Ibadah Umum I, 21 Juli 2024. Oleh: Ev. Ivan Subuhwanto.
Kejadian pasal pertama adalah salah satu bagian Alkitab yang paling terkenal. Di dalamnya kita dapat belajar tentang siapa kita dan siapa pencipta kita. Misalnya, Allah adalah aktor yang menciptakan langit dan bumi (ay. 1). Allah itu kekal dan sudah ada sejak sebelum permulaan. Dia adalah pribadi yang kekal, tidak diciptakan, tanpa awal dan akhir (Mzm. 90:1-2).
Di ayat-ayat berikutnya, pada hari pertama hingga ketiga Allah menciptakan ‘wadah’-nya. Sementara, pada hari keempat hingga keenam Allah menciptakan ‘isi’-nya secara bersesuaian.
Allah menciptakan semuanya dari ketiadaan menjadi ada (muncul/exist). Semua ciptaan dirancang untuk merefleksikan karakter, kuasa, dan natur Allah. Allah melihat bahwa semuanya itu baik (diulang sampai tujuh kali di pasal ini, semacam refrein/pengulangan di lagu bahwa inilah tema inti dari cerita ini). Setelah menciptakan manusia, Dia mengatakan bahwa itu sungguh amat baik. Kata baik di sini mengandung arti bersesuaian dengan tujuannya. Analoginya, pisau mentega selayaknya dipakai untuk mengolesi mentega, bukan yang lain.
Firman Allah itu kekal, menopang segala sesuatu, dan tidak ada yang dapat menggantikannya (Mzm. 33:9). Ketika kita memikirkan awal dari segala sesuatu, maka kita harus berpikir kembali tentang kisah penciptaan yang besar. Walaupun telah jatuh dalam dosa, rancangan Allah tetap baik dan tetap memiliki tujuan untuk menyatakan kemuliaan Allah. Amin.
REFLEKSI
Keselamatan adalah penciptaan (creation), penciptaan ulang (re-creation), dan ciptaan baru (new creation) (John R.W. Stott)
PERTANYAAN DISKUSI
- Amati ciptaan-ciptaan Allah di alam semesta ini. Apa saja karakter, kuasa, dan natur Allah yang dapat Anda pahami melaluinya?
- Apakah perbedaan yang seharusnya terjadi antara orang yang percaya dengan Allah dengan orang yang tidak percaya Allah, ketika berinteraksi dengan ciptaan Allah?
REFERENSI
1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
3 Berfirmanlah Allah: ”Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
6 Berfirmanlah Allah: ”Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. (Kej. 1:1-8, 31)
1 Doa Musa, abdi Allah.
Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami
turun-temurun.
2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan,
dan bumi dan dunia diperanakkan,
bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. (Mzm. 90:1-2)
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi;
Dia memberi perintah, maka semuanya ada. (Mzm. 33:9)
