Mari Kita Melayani dengan Bersandar Sepenuhnya kepada Allah (Mat. 14:13-21)

Ibadah Umum II, 5 Mei 2024. Oleh: Ev. Cahyadi Wanarahardja.

Makan bersama adalah budaya yang unik dan biasanya menandakan suatu hal yang penting. Misalnya, jamuan makan bersama yang biasanya disediakan dalam pesta pernikahan. Ada beberapa pelajaran dari kisah Tuhan Yesus yang memberi makan 5000 orang ini.

Pertama, Tuhan Yesus adalah seorang Raja yang mengerti kebutuhan umat-Nya. Seorang pembesar biasanya mentraktir warganya supaya namanya harum. Di perikop sebelumnya,  Raja Herodes Antipas juga mengadakan jamuan dan pada waktu itulah Yohanes Pembaptis dibunuh. Karena kejadian tersebut, Tuhan Yesus menyingkir. Tetapi, banyak sekali orang yang mengikuti-Nya dan Dia menyembuhkan banyak orang sakit. Kontras dengan jamuan Herodes yang dipenuhi orang sehat dan malah Yohanes Pembaptis dibunuh.

Kedua, Tuhan Yesus adalah Allah. Tuhan  Yesus yang memberi makan  mengingatkan orang pada Allah yang memberi makan umat-Nya setelah keluar dari Mesir (Kel. 16). Juga, Nabi Elisa yang memberi makan seratus orang laki-laki (2Raj. 4). Bukti bahwa Tuhan Yesus adalah Allah juga ditonjolkan dalam perikop sesudah ini, yaitu ketika Dia berjalan di atas air.

Pada hari ini, ada sekitar 223 suku di Indonesia yang masih memerlukan firman Tuhan dalam bahasa mereka. Tetapi marilah kita rela dipakai Tuhan, karena Dia sanggup menggandakan apa yang kita punyai untuk melayani-Nya. Amin.

REFLEKSI

Allah tidak akan bertambah besar ketika kita menyembah-Nya, tetapi kita akan bertambah besar ketika melayani-Nya (Agustinus)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Alkitab jelas menyatakan bahwa Allah turut bekerja sampai sekarang ini. Apa saja yang bisa menyebabkan kita tidak merasakan karya Allah dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apa yang saat ini bisa Anda persembahkan kepada Tuhan supaya bisa Dia lipatgandakan untuk kemuliaan-Nya?

REFERENSI

13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: ”Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” 16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” 17 Jawab mereka: ”Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” 18 Yesus berkata: ”Bawalah ke mari kepada-Ku.” 19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. 20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. 21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. (Mat. 14:13-21)

About the author

Leave a Reply