Ibadah Minggu, 17 Desember 2021 (Pagi)
Oleh Pdt. Kornelius A. Setiawan (STT Aletheia)
Di dalam Alkitab tercatat mencatat tiga golongan orang yang menyambut kelahiran Kristus. Pertama, Raja Herodes, yang dengan semangat mencari info di mana “raja” tersebut itu dilahirkan. Ia bertanya kepada orang Majus mengenai “raja” itu supaya dapat menyembahnya. Namun sebenarnya hal itu dilakukan bukan karena ingin menyembah Yesus, tetapi karena takut kerajaannya goyah (ay. 16-18).
Kedua, orang-orang Yerusalem, yang tahu tentang Natal tetapi menganggapnya cerita kuno belaka. Mereka sangat dekat dengan bayi itu dan seharusnya menyambut dengan sukacita, namun mereka malah tidak peduli. Apakah kita juga menyambut Yesus pada masa Natal sekarang ini?
Ketiga, orang Majus, yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mencari Sang Raja. Setibanya di Betlehem, mereka sujud menyembah (mencium ke tanah tanda menaklukkan diri) Yesus dan memberikan persembahan. Kelahiran Kristus memberikan pengharapan pada manusia yang seharusnya binasa karena dosa (1:21). Percayakah kita akan hal ini?
Bagaimana kita memahami Natal? Apakah Natal hanya terkait dengan perayaan dan hadiah, atau seperti apa yang dipahami orang Majus? Marilah kita datang dan sujud kepada Yesus, Raja di atas segala raja, yang telah mengurbankan diri-Nya untuk menyelamatkan manusia.
Kita juga hendaknya merayakan Natal dengan sukacita. Bukan karena meriahnya perayaan ataupun banyaknya hadiah, namun karena Kristus yang lahir menjadi Tuhan dan Juruselamat yang menuntun kita. Amin.
REFLEKSI
Semua hadiah Natal yang ada di dunia ini tidak akan ada artinya tanpa kehadiran Kristus (David Jeremiah)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Apa kekeliruan-kekeliruan yang biasa dilakukan orang maupun gereja dalam mempersiapkan dan merayakan Natal?
- Secara khusus, apa yang bisa Anda lakukan untuk merayakan Natal dengan hati yang benar di tengah situasi pandemi ini?
AYAT ALKITAB TERKAIT
1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. (Mat. 2:1-12)
16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.” (Mat. 2:16-18)
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. (Mat. 1:21)
