Ibadah Umum II, 22 Juni 2025. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Dewasa ini, ada beberapa penginjil dan pendeta yang mengajarkan “rumus-rumus doa” yang tidak alkitabiah. Misalnya, berdoa harus detail, berdoa sungguh-sungguh sampai memaksa Tuhan, atau berdoa harus dilakukan di tempat tertentu. Bagaimana seharusnya kita berdoa menurut Alkitab?
Bagian ini merupakan respons Raja Hizkia setelah menerima ancaman Raja Asyur (lih. ringkasan khotbah Ibadah Umum I). Hizkia pun mengadukan perkaranya kepada Tuhan melalui doa.
Jika diperhatikan, ada pola yang dia lakukan. Hizkia memulai doanya dengan memuji Tuhan (ay. 16). Setelah itu, dia baru mengajukan permintaan (ay. 17). Kemudian, dia melanjutkannya dengan menggambarkan situasi yang dihadapinya serta mengulang permintaannya (ay. 18-19). Kemudian, ditutup dengan pengakuan pada Tuhan (ay. 20).
Ada beberapa persamaan antara struktur doa Hizkia dengan struktur Doa Bapa Kami (baca: Mat. 6). Pertama, yang ditekankan adalah kehendak Tuhan. Kedua, ada ketergantungan pada pemeliharaan Tuhan. Ketiga, disampaikan dengan kerendahan hati. Inilah prinsip-prinsip doa yang benar.
Kesimpulannya, inilah wawasan dasar bagaimana mendekati Tuhan di saat-saat krisis maupun untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, kekuatan doa berakar pada iman dan kerendahan hati, ketaatan pada kehendak Tuhan, serta ketergantungan pada pemeliharaan Tuhan. Amin.
REFLEKSI
Doa adalah keringat hasil dari pekerjaan jiwa (Martin Luther)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja hal-hal yang biasa orang Kristen lakukan secara keliru dalam berdoa? Apa dampaknya?
- Kesulitan-kesulitan apa saja yang pernah atau sedang Anda hadapi dalam berdoa? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
REFERENSI
14 Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan. 15 Hizkia berdoa di hadapan Tuhan, katanya: 16 ”Ya Tuhan semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. 17 Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya Tuhan, dan lihatlah; dengarlah segala perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mencela Allah yang hidup. 18 Ya Tuhan, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan semua bangsa dan negeri-negeri mereka 19 dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. 20 Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Tuhan.” (Yes. 37:14-20)
