Mengatasi Hidup yang Sepi (Luk. 19:1-10)

Ibadah Umum I, 26 Oktober 2025. Oleh: Ev. Lim Hendra.

Ada beberapa hal yang perlu kita pahami tentang kesepian. Pertama, kesepian itu bukan kondisi, melainkan perasaan. Maka, di tengah keramaian pun kita bisa merasa kesepian. Kedua, kesepian bukan kehendak pribadi, melainkan reaksi di luar kehendak pribadi. Orang yang kesepian tidak memilih untuk kesepian, tetapi dia tidak bisa menghindarinya. Fenomena inilah yang juga dialami oleh Zakheus.

Zakheus adalah orang yang berkedudukan tinggi dan memiliki harta yang banyak. Namun, dia juga memiliki kekurangan, yaitu badannya pendek dan diremehkan orang karena memungut pajak bagi Roma (bnd. ay. 7). Menghadapi Zakheus, ada beberapa hal yang diajarkan Yesus dalam mengatasi kesepian.

Pertama, penawar kesepian adalah keintiman, bukan keramaian. Yesus sengaja mendekati dan melihat Zakheus, yang sedang berada di atas pohon (ay. 5). Jika kita merasa diabaikan orang, ingatlah bahwa ada Yesus yang peduli. Kedua, bahan untuk keintiman adalah rasa percaya dan dimengerti. Zakheus menerima Yesus dengan sukacita (ay. 6). Kemudian, Zakheus mengalami momen pertobatan, diterima apa adanya oleh Yesus. Ketiga, keintiman yang terutama harus dimulai dari keintiman dengan Tuhan. Yesus tidak hanya memberi penawar kesepian pada Zakheus, tetapi juga anugerah keselamatan (ay. 9). Inilah yang menuntun perubahan hidup Zakheus (ay. 8). Seperti Zakheus, Yesus juga menawarkan pemulihan pada kita (ay. 10). Mendekatlah pada-Nya (Yak. 4:8a). Amin.

REFLEKSI

Persekutuan adalah jawaban dari Kristus terhadap kesepian yang dialami manusia. Sukacita adalah jawaban-Nya terhadap kekosongan hidup (Warren W. Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja dampak kesepian yang bisa dialami oleh orang-orang percaya?
  2. Adakah orang-orang yang Anda kenal yang sedang mengalami kesepian? Apa yang bisa Anda perbuat kepada mereka?

REFERENSI

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ”Ia menumpang di rumah orang berdosa.” 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” 9 Kata Yesus kepadanya: ”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Luk. 19:1-10)

8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. (Yak. 4:8a)

About the author

Leave a Reply