Mengelola Kekhawatiran dengan Iman (Mat. 6:25-34)

Ibadah Umum I, 23 Agustus 2026. Oleh: Pdm. Kornelius Makapile.

Kekhawatiran pada dasarnya adalah kekurangpercayaan terhadap pemeliharaan Tuhan. Ketika kita mulai bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi, itulah tandanya kita mulai khawatir. Hidup kita memang bisa penuh masalah, tetapi kita tidak selayaknya dikuasai oleh kekhawatiran. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari untuk hidup dalam pemeliharaan Tuhan.

Pertama, pahamilah bahwa kekhawatiran tidak akan mengubah jalan hidup kita (ay. 27). Kekhawatiran tidak membuat hidup kita tambah baik, tetapi justru semakin merosot. Oleh sebab itu, kita tidak akan bisa menapaki jalan hidup ke depan dengan baik ketika dikuasai kekhawatiran.

Kedua, percayalah bahwa Allah sanggup memelihara hidup kita (ay. 25-26). Tuhan Yesus menegaskan bahwa jika bunga bakung dan burung pipit saja dipelihara Tuhan, apalagi manusia (ay. 28-29). Ketika kita ada di dalam Tuhan, maka Dia akan menyatakan kasih-Nya kepada kita dan tidak akan meninggalkan kita.

Ketiga, jangan khawatir. Ketika kita menghadapi keadaan yang tertekan sehingga kita sulit menghadapi masa depan, serahkanlah semuanya pada Tuhan. “Carilah darhulu Kerajaan Allah dan kebenarannya” (ay. 33). Ini adalah perintah Tuhan untuk melakukan tindakan iman yang berfokus kepada-Nya.

Percayakanlah hidup kita kepada Allah dan Dia akan bertindak bagi hidup kita. Amin.

REFLEKSI

Semua kekhawatiran duniawi berakar pada ketidakmauan seseorang untuk merasa puas dengan keberadaan dirinya sebagai manusia; dalam kekhawatirannya, dia berhasrat untuk berbeda dengan orang lain (Søren Aabye Kierkegaard)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja yang bisa membuat kekhawatiran kita membesar dan apa dampaknya jika kita dikuasi olehnya?
  2. Apa yang Anda butuhkan dari saudara-saudara seiman di sekitar Anda ketika ada dalam kekhawatiran? Lakukan hal ini juga kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang berada dalam kekhawatiran!

REFERENSI

25 ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.  30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat. 6:25-34)

About the author

Leave a Reply