Ibadah Umum II, 6 September 2026. Oleh: Pdt. Adam Eko Yulianto.

Sebagai manusia, kita harus peduli kepada diri sendiri, keluarga, sesama, dan bahkan lingkungan. Dalam kisah ini, ada dua sudut pandang, yaitu sudut pandang manusia yang terbatas dan tidak mau repot serta sudut pandang Allah yang tidak terbatas dan penuh dengan tindakan yang berbelas kasihan.

Hal ini dapat terlihat ketika Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk memberi makan orang banyak (ay. 15-16). Seperti inilah iman yang hidup yang mendobrak ego. Kita pun bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan melalui panggilan kita. Sayangnya, banyak hal yang bisa menghalangi kita untuk peduli, seperti merasa kekurangan waktu dan tidak mau meninggalkan zona nyaman.

Kepedulian kita dapat diwujudkan dengan berbagai cara, misalnya menghormati hak dan kewajiban masing-masing, mengakui persamaan derajat, tidak membeda-bedakan suku, agama, ras. Ketika kita melakukan kepedulian kepada sesama, itu bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga merupakan wujud kesaksian kita (Mat. 5:16; Yoh. 13:34-35).

Dengan mewujudkan kepedulian, maka akan terjadi pemulihan di dalam lingkungan kita. Amin.

REFLEKSI

Sebagai orang percaya, kita perlu mengetahui bahwa Allah akan terus memperhatikan kita, bukan berdasar kesetiaan kita tetapi kesetiaan-Nya (Mark Dever)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Bagaimana kita dapat menumbuhkan kepedulian yang bertindak, bukan sebatas perasaan?
  2. Apa bentuk kepedulian yang selama ini mungkin Anda abaikan, baik terhadap keluarga dan orang-orang yang Anda jumpai sehari-hari? Lakukanlah itu sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan!

REFERENSI

13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: ”Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” 16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” 17 Jawab mereka: ”Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” 18 Yesus berkata: ”Bawalah ke mari kepada-Ku.” 19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. 20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. 21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. (Mat. 14:13-20)

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Mat. 5:16)

34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.  35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. (Yoh. 13:34-35)

About the author

Leave a Reply