Ibadah Umum II, 13 November 2022
Oleh: Pdm. Jusak Gandawidjaja
Alkitab banyak menuliskan percaya yang kecil. Misalnya, dalam Matius 6:30-32 yang menyatakan bahwa Tuhan tahu dan sudah menyediakan kebutuhan pokok bagi anak-anak-Nya. Tetapi, sebagai orang percaya, kita masih bisa ragu dan khawatir. Jika kekhawatiran, ketakutan, dan kebimbangan datang, maka tandanya kita memiliki iman yang kecil (baca juga 6:26; 14:31-32). Di sisi lain, Alkitab juga banyak menuliskan iman yang besar. Misalnya, dalam Matius 8:10 yang menceritakan iman seorang perwira pada Tuhan Yesus (baca juga 15:28).
Iman yang baru lahir memang kecil, tetapi dengan firman Tuhan, iman bisa terus bertumbuh (Rm. 10:17). Memiliki iman yang besar bukan berarti meniadakan tantangan hidup. Tetapi, dengan memiliki iman yang besar, kita tidak akan terus berkecil hati. Dengan iman pula, kita memperoleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).
Kita membutuhkan iman yang kokoh sampai akhir hidup kita. Namun, Kristuslah, bukan kita, yang berkarya dalam diri kita. Iman yang lahir dari Allah akan mengalahkan dunia yang penuh dengan kecemaran (1Yoh. 5:4; 2:16). Dunia dan orang-orang yang tidak melakukan kehendak Allah akan dilenyapkan (2:17). Namun, orang yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, akan mendapat hidip kekal (1Yoh. 5:5). Marilah kita renungkan, imani, dan taati firman Tuhan senantiasa. Amin.
REFLEKSI
Setiap orang hidup dengan iman, baik orang percaya maupun bukan. Orang yang tidak percaya beriman pada hukum alam, sedangkan orang yang percaya beriman pada Tuhan. (A.W. Tozer)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah iman yang besar diperlukan supaya doa kita terkabul? Jelaskan jawaban Anda.
- Apakah ada hal-hal yang membuat Anda khawatir pada saat ini? Bagaimana Anda akan mengatasinya berdasarkan renungan ini?
REFERENSI AYAT ALKITAB
30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (Mat. 6:30-32)
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. (Mat. 6:26)
31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. (Mat. 14:31-32)
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. (Mat. 8:10)
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Mat. 15:28)
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3:16)
4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (1Yoh. 5:4-5)
16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1Yoh. 2:16-17)
