Ibadah Umum II, 13 Agustus 2023. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.

Kisah tentang pohon ara ini melanjutkan pengajaran tentang orang yang harus cepat-cepat menyelesaikan perkaranya sebelum dibawa ke pengadilan (12:54-59). Kemudian, juga tentang berbagai bencana yang bisa tiba-tiba bisa dan karena itu harus cepat-cepat bertobat 13:1-5.

Pohon ara bisa tumbuh setinggi enam meter. Biasanya berbuah sepanjang tahun (sekitar  dan ada buah-buah pertama yang menduluinya. Pohon ini sangat berguna bagi orang Israel (mis. 2Raj. 20:7; 1Raj. 4:24-25). Jadi, pohon ara yang tidak berbuah dianggap sebagai kutukan (Mrk. 11:11-14) dan harus ditebang.

Demikian juga, sebagai anak-anak Tuhan, orang Kristen harus berbuah. Bagaimana caranya? Pertama, jangan lagi mengikuti keinginan daging melainkan ikutilah keinginan Roh (Gal. 5:19-21). Buah Roh harus ada di dalam kehidupan kita (Paulus menuliskan isinya pada ay. 22-23).

Kedua, kita harus ada keseimbangan antara peringatan Allah dan kemurahan Allah. Tuhan Yesus menggambarkannya seperti pohon ara dalam bagian ini yang akan ditebang tetapi diberi kesempatan dulu (bnd. Luk. 4:18-19). Bertobatlah dan berilah diri untuk mau diubah oleh Tuhan. Juga, kita harus berdiam di dalam Tuhan, seperti berdoa dan membaca Alkitab (Yoh. 15:4). Selain itu, kita harus mengandalkan Tuhan dan mempercayakan diri kepada-Nya (Yer. 17:7-8). Dengan melakukan ini semua, apa saja yang kita lakukan akan diberkati oleh Tuhan dan Allah dimuliakan (Yoh. 15:8). Amin.

REFLEKSI

Sebagian orang Kristen tidak berbuah sebanyak yang lainnya, namun semuanya menghasilkan buah. Jika tidak, maka dia sebenarnya bukan orang percaya (R. C. Sproul)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah saja dampak yang akan terjadi (baik dalam diri sendiri maupun interaksi dengan orang sekitar) jika seorang Kristen semakin banyak berbuah?
  2. Adakah aspek di dalam daftar buah Roh yang masih kurang dalam hidup Anda? Berkomitmenlah dan mintalah pimpinan Roh Kudus untuk menguatkan Anda mewujudkannya.

REFERENSI

6 Kemudian Yesus menyampaikan perumpamaan ini, “Seseorang mempunyai pohon ara yang ditanam di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Lihatlah, sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan sia-sia! 8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Luk. 13:6-9)

Kemudian berkatalah Yesaya: “Ambillah sebuah kue ara!” Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia. (2Raj. 20:7)

24  sebab ia berkuasa atas seluruh tanah di sebelah sini sungai Efrat, mulai dari Tifsah sampai ke Gaza, dan atas semua raja di sebelah sini sungai Efrat; ia dikaruniai damai di seluruh negerinya, 25  sehingga orang Yehuda dan orang Israel diam dengan tenteram, masing-masing di bawah pohon anggur dan pohon aranya, dari Dan sampai Bersyeba seumur hidup Salomo. (1Raj. 4:24-25)

11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi karena hari hampir malam, Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya. 12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 13 Dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia menemukan sesuatu pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ, Ia tidak menemukan apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. 14 Kata-Nya kepada pohon itu, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Murid-murid-Nya pun mendengarnya. (Mrk. 11:11-14)

19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, kemarahan, kepentingan diri sendiri, percekcokan, perpecahan, 21 kedengkian, bermabuk-mabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kulakukan dahulu — bahwa siapa saja yang melakukan hal-hal demikian tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.  (Gal. 5:19-23)

18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Luk. 4:18-19)

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh. 15:4)

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! 8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yer. 17:7-8)

Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. (Yoh. 15:8)

About the author

Leave a Reply