Pola Kepemimpinan Kristiani (Mat. 20:25-28)

Ibadah Umum II, 9 Agustus 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.

Bagian ini merupakan lanjutan dari pertengkaran para murid tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga (18:1). Kemudian, ibu dari Yakobus dan Yohanes meminta kepada Yesus supaya kedua anaknya mendapat tempat yang terhormat di dalam Kerajaan Surga (20:20-21).

Yesus kemudian mengajarkan bahwa yang terbesar di dalam Kerajaan Allah justru yang mau menjadi pelayan bagi sesamanya (20:26-27). Inilah yang disebut sebagai pemimpin yang melayani (servant leadership), seperti yang juga dilakukan oleh Yesus (20:28). Salib Kristus telah menebus (‘membayar lunas’) sehingga kita luput dari penghukuman (20:28).

Ada beberapa perbedaan pola kepemimpinan duniawi dan yang diajarkan Yesus (‘jalan salib’). Orang-orang dunia berusaha meraih ambisi, tetapi pengikut Kristus harus mengurbankan diri. Orang-orang dunia motivasinya peningkatan status, tetapi pengikut Kristus identitasnya ada dalam anugerah Allah. Orang-orang dunia saling berebut kuasa, tetapi pengikut Kristus harus memimpin dengan cara melayani sebagai hamba. Kemudian, orang-orang dunia bertujuan meraih kesuksesan duniawi, tetapi pengikut Kristus harus menjadi pembawa gambar Allah.

Kita harus menjalankan kepemimpinan dengan penuh ketaatan, berintegritas, serta alkitabiah. Jika dunia mengajarkan kita untuk berusaha naik ke atas, Kristus justru menyatakan diri-Nya untuk turun ke dunia. Amin.

REFLEKSI

Kepemimpinan rohani yang sejati mengarahkan mata orang pada Allah dan kebesaran-Nya (Warren W. Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Adakah konsep-konsep dan praktik-praktik kepemimpinan di dunia sekitar Anda yang terihat baik tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan Alkitab? Jelaskan jawaban Anda!
  2. Apa saja dampak negatif yang ditimbulkan jika kepemimpinan di dunia pelayanan dilakukan bukan dengan kebenaran Alkitab?

REFERENSI

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: ”Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: ”Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: ”Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat. 20:20-21, 25-28)

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: ”Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga? (Mat. 18:1)

About the author

Leave a Reply