Ibadah Umum I, 9 Agustus 2026. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.
Hidup sebagai pengikut Tuhan memang banyak tantangannya. Itulah sebabnya Paulus, yang sebentar lagi meninggalkan dunia ini (ay. 6), menasihati Timotius untuk tetap kuat dan setia di dalam Tuhan (ay. 1, 8). Panggilan ini juga diberikan bagi kita, semua umat Tuhan, dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun di sinilah kita harus berhati-hati. Keselamatan bukanlah hasil kerja keras kita sendiri, tetapi anugerah Allah. Oleh sebab itulah, kita harus mempersembahkan hidup kita mengikuti kehendak Allah, setia kepada Allah dalam segala situasi, kuat menghadapi tantangan, dan hidup mengikuti kebenaran.
Paulus menggunakan tiga metafora untuk menggambarkan para pengikut Yesus, yaitu seorang prajurit yang sedang berjuang, seorang olahragawan yang sedang bertanding, dan seorang petani yang sedang bertani (ay. 4-6). Intinya, menjadi para pengikut Yesus harus hidup disiplin, teratur, dan tekun.
Kemudian, Paulus juga menasihati Timotius untuk mengingat Yesus Kristus dan berita Injil-Nya (ay. 8). Ini adalah hal yang sangat penting untuk pertumbuhan rohani kita.
Selain itu, ketika menghadapi penderitaan karena Injil, Timotius harus tetap setia, sabar, dan tekun (ay. 9-10). Pemberitaan Injil tidak boleh terhenti karena adanya penderitaan. Kita harus mematikan keinginan daging kita supaya dapat memuliakan Tuhan (ay. 11-13). Marilah kita tunjukkan keberadaan kita sebagai orang Kristen di dalam seluruh aspek hidup kita. Amin.
REFLEKSI
Pelayanan kita tidak akan berkenan pada Allah jika tidak didirikan di atas firman-Nya (John Calvin)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja yang biasa menghalangi ketekunan iman dan pelayanan orang-orang Kristen pada masa kini? Bagaimana mengatasinya?
- Dengan tingginya standar gaya hidup para pengikut Kristus, apakah hal itu akan selalu menghasilkan kesuksesan hidup? Jelaskan jawaban Anda!
REFERENSI
1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini:
”Jika kita mati dengan Dia,
kita pun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun,
kita pun akan ikut memerintah dengan Dia;
jika kita menyangkal Dia,
Dia pun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia,
karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. (2Tim. 2:8-15)
