Seperti Seorang Bapa Mengasihi Anak-Anak-Nya (Mzm. 103:13)

Ibadah Umum I, 2 November 2025. Oleh: Pdm. N. Widjaja.

Mungkin ada di antara kita yang lebih mudah merasakan bahwa Allah menilai kita dibanding mengasihi kita. Di dalam Alkitab, dinyatakan bahwa Allah bukan sekadar Hakim yang adil, tetapi juga Bapa yang berbelas kasih. Ketika kita telah merasakan kasih-Nya, maka kita akan terdorong untuk membagikannya.

Di dalam mazmur pujian ini, Daud menyatakan karakter Allah yang penuh kasih dan kemurahan. Walaupun dia jatuh (ay. 14, kemungkinan ketika berdosa dengan Batsyeba), Allah tetap mengasihinya. Daud merasakan bahwa Allah itu tetap dekat di tengah keberdosaan dirinya (ay. 13). Demikian pula, Allah itu mengenal kelemahan kita tetapi tetap mengasihi kita. Jadi, kasih Bapa adalah kasih yang menopang, bukan menuduh atau menghakimi anak-anak-Nya.

Kemudian, Allah ingin kita menghormati-Nya, bukan ketakutan kepada-Nya. Dengan demikian, kita hidup dalam ketaatan yang bukan lahir dari kecemasan, tetapi dari kasih kepada-Nya.

Karena kasih-Nya kepada kita, Allah mengutus Anak-Nya untuk menjadi kurban tebusan kita (Yoh. 3:16). Hal itu bukan dilakukan-Nya karena kita layak mendapatkannya, tetapi murni karena kasih-Nya pada kita (1Yoh. 3:1). Setiap kali kita meragukan kasih Allah, ingatlah salib Kristus yang membuktikan bahwa Dia rela melakukan segalanya bagi kita.

Setelah menerima kasih Allah, marilah kita hidup penuh hormat kepada-Nya dan membagikan kasih itu kepada sesama. Amin.

REFLEKSI

Tidak ada satupun yang bisa dilakukan oleh seorang Kristen sehingga Allah lebih mengasihinya atau kurang mengasihinya. Kasih Allah tidak terbatas dan tanpa syarat. (John Blanchard)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Ada sebagian orang yang berpikir bahwa jika Allah mengasihi anak-anak-Nya, maka mereka akan hidup sembarangan. Bagaimana Anda menanggapi pandangan ini?
  2. Bagaimana dampak kasih Allah yang seperti ini dalam kita mengasihi Allah dan juga sesama?

REFERENSI

8      Sebab TUHAN pengasih dan penyayang,

Ia panjang sabar dan kasih-Nya berlimpah.

9      Ia tidak menghardik terus-menerus,

dan tidak marah untuk selama-lamanya.

10      Ia tidak menghukum kita setimpal dosa kita,

atau membalas kita setimpal kesalahan kita.

11      Tetapi setinggi langit di atas bumi,

sebesar itu kasih-Nya bagi orang yang takwa.

12      Sejauh timur dari barat,

sejauh itu dibuang-Nya dosa-dosa kita.

13      Seperti seorang bapak mengasihi anak-anaknya,

begitulah TUHAN mengasihi orang yang takwa.

14      Sebab TUHAN tahu kita terbuat dari apa,

Ia ingat kita ini hanya debu.

 

15      Manusia hidupnya singkat seperti rumput;

ia berkembang seperti bunga di ladang;

16      bila ditiup angin, lenyaplah ia,

malah tempatnya tidak diketahui lagi.

17      Tetapi TUHAN tetap mengasihi orang takwa,

kebaikan-Nya berlangsung turun-temurun

18      bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya,

dan dengan setia melakukan perintah-Nya. (Mzm. 103:8-18 BIMK)

Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. (Yoh. 3:16 BIMK)

Lihatlah betapa Allah mengasihi kita, sehingga kita diakui sebagai anak-anak-Nya. Dan memang kita adalah anak-anak Allah. Itulah sebabnya dunia yang jahat ini tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. (1Yoh. 3:1 BIMK)

About the author

Leave a Reply