Ibadah Umum II, 2 Juni 2024. Oleh: Pdm. Elda Fariani.
Banyak orang yang berpikir bahwa apa yang dia miliki (misal, uang) dapat mengatasi semua persoalan dalam hidupnya. Orang yang seperti ini tidak mengharapkan pertolongan Tuhan. Walaupun kelihatannya baik-baik saja, namun Alkitab menggambarkannya seperti tanaman yang tumbuh di tanah tandus dan tidak pernah mengalami kebaikan (ay. 6). Sementara orang yang mengandalkan Tuhan digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi sungai, senantiasa mendapat berkat Tuhan (ay. 7-8).
Mari belajar dari Raja Asa, yang mengawali pemerintahannya dengan baik. Altar-altar penyembahan berhala dihancurkannya (baca: 2Taw. 14:9-15). Sayangnya, di masa pemerintahannya yang kemudian, dia malah meminta bantuan kepada raja Siria ketika diserang Israel. Hal itu mendukakan hati Tuhan sehingga Raja Asa tidak dapat mengalahkan Israel. Di akhir hidupnya pun, Raja Asa tidak juga meminta pertolongan Tuhan ketika menderita sakit (baca: 2Taw. 16:7-10-13).
Berbeda dengan Raja Asa, Raja Yosafat selalu memohon bantuan Tuhan ketika menghadapi musuh (2Taw. 20:1-26). Tuhan pun memberikan kemenangan kepadanya sehingga dia mampu mengalahkan musuh yang begitu kuat.
Di tengah segala pencobaan, marilah kita terus berdoa, memuji Tuhan, dan mengandalkan Tuhan. Ingatlah apa yang dialami oleh Raja Yosafat dan perkataan Yeremia dalam bagian ini. Roh Kudus akan menguatkan kita. Amin.
REFLEKSI
Kita memiliki ketergantungan yang mutlak kepada Allah. Semua tindakan alamiah kita bergantung pada penyertaan-Nya, semua tindakan rohani kita bergantung pada anugerah-Nya (Matthew Henry)
PERTANYAAN DISKUSI
- Ada sebagian orang yang berpikir bahwa kalau mereka mengandalkan Tuhan, berarti mereka tidak perlu aktif berusaha. Bagaimana tanggapan Anda?
- Apa saja tantangan kehidupan/pelayanan yang sedang Anda hadapi saat ini? Bagaimana Anda bisa mengandalkan Tuhan untuk menghadapinya?
REFERENSI
5 TUHAN berkata,
”Apabila orang meninggalkan Aku, Tuhannya,
dan berharap kepada manusia
serta bersandar pada kekuatannya,
maka Aku akan menghukum dia.
6 Ia seperti tanaman yang tumbuh di padang,
di tanah tandus, sunyi sepi dan bergaram,
tak pernah ia mengalami kebaikan.
7 Tapi orang yang berharap kepada-Ku
akan Kuberkati selalu.
8 Ia bagaikan pohon di tepi sungai yang mengalir;
akarnya merambat sampai ke air.
Ia tak takut musim kemarau,
daun-daunnya selalu hijau.
Sekalipun negeri dilanda kekeringan, ia tak gelisah
sebab ia selalu menghasilkan buah. (Yer. 17:5-8 BIMK)
