Sukacita Besar bagi Segala Bangsa (Mat. 2:1-12)

Ibadah Natal I, 25 Desember 2022

Oleh: Bpk. Tommy Indarto

Herodes Agung adalah seorang raja yang memerintah pada 37 SM-4 di wilayah Yudea. Dia merasa terancam dengan lahirnya seorang raja Yahudi (ay. 2), yang kemungkinan juga akan didukung oleh “kerajaan-kerajaan Timur” (ay. 1-2). Dia kemudian mencari tahu lokasi raja tersebut (ay. 4) kepada orang Majus, ahli perbintangan dari Timur (Persia), dan berusaha menyingkirkannya (ay. 16).

Orang-orang Majus tersebut menempuh perjalanan sejauh 1600 kilometer lebih setelah melihat bintang-Nya (ay. 2) demi menyembah raja itu. Mereka juga memberikan persembahan yang terbaik berupa emas, kemenyan, dan mur (ay. 11). Mereka melakukan itu semua sekalipun pengenalan mereka sebatas bahwa Yesus itu adalah raja orang Yahudi. Respons orang-orang Majus ini berbeda dengan respons raja Herodes.

Berkaca dari bagian ini, sukacita kita seharusnya lebih besar dibanding dengan yang diperlihatkan oleh orang-orang Majus tersebut. Mengapa? Karena kita telah mengenal bahwa Yesus bukan sekadar raja orang Yahudi, tetapi Dia adalah Anak Allah dan Juru Selamat kita. Jika kita takut, datanglah kepada-Nya karena Dia akan memberikan kelegaan. Kemudian, sudahkah kita memberikan persembahan yang terbaik bagi-Nya? Amin.

REFLEKSI

Natal, seperti halnya Allah sendiri, lebih menakjubkan sekaligus menakutkan (bagi sebagian orang seperti raja Herodes) dibanding yang kita bayangkan (Timothy Keller)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Pada masa kini, mengapa banyak orang masih juga menolak Kristus?
  2. Apakah yang kita rasakan pada Natal tahun ini? Luar biasa? Biasa-biasa saja? Atau malah sudah tidak berasa lagi karena beratnya himpitan kehidupan? Bagaimana caranya supaya kita bisa merasakan sukacita Natal yang luar biasa?

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 Yesus dilahirkan di kota Betlehem di negeri Yudea pada masa pemerintahan Raja Herodes. Pada waktu itu beberapa ahli ilmu bintang dari Timur datang ke Yerusalem. 2 Mereka bertanya di mana-mana, “Di manakah Anak itu, yang lahir untuk menjadi raja orang Yahudi? Kami melihat bintang-Nya terbit di sebelah timur, dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika Raja Herodes mendengar hal itu, ia terkejut sekali, begitu juga semua orang di Yerusalem. 4 Maka ia menyuruh semua imam kepala dan guru-guru agama bangsa Yahudi datang berkumpul. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Di manakah akan lahir Raja yang dijanjikan Allah?” 5 Mereka menjawab, “Di kota Betlehem di negeri Yudea. Sebab beginilah ditulis oleh seorang nabi, 6 ‘Engkau Betlehem, di negeri Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara kota-kota utama di Yehuda. Karena dari engkau akan datang seorang pemimpin yang akan memimpin umat-Ku Israel.’”

7 Sesudah mendapat keterangan itu, Herodes memanggil ahli-ahli bintang dari Timur itu secara diam-diam. Lalu ia bertanya kepada mereka kapan tepatnya bintang itu mulai kelihatan. 8 Sesudah itu ia menyuruh mereka ke Betlehem dengan pesan ini, “Pergilah, carilah Anak itu dengan teliti. Dan kalau kalian menemukan Dia, beritahukanlah kepadaku, supaya aku juga pergi menyembah Dia.” 9-10 Lalu pergilah mereka. Mereka melihat lagi bintang yang mereka lihat dahulu di sebelah timur. Alangkah gembiranya mereka melihat bintang itu! Bintang itu mendahului mereka, lalu berhenti tepat di atas tempat Anak itu. 11 Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu dengan Maria, ibu-Nya. Mereka sujud dan menyembah Anak itu, lalu membuka tempat harta mereka, dan mempersembahkan kepada-Nya emas, kemenyan, dan mur. 12 Allah memperingatkan mereka di dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes. Jadi mereka pulang melalui jalan yang lain. (Mat. 2:1-12 BIMK)

About the author

Leave a Reply