Suksesi Kepemimpinan yang Alkitabiah (2Tim. 3:10-17)

Ibadah Minggu, 6 Juni 2021 (Pagi)

Oleh Pdt. Daud Soesilo (GBT Kristus Pelepas)

Bagian ini merupakan gambaran dari pergantian kepemimpinan dari senior kepada yunior. Ada pepatah yang mengatakan, “pemuda-pemudi adalah harapan dan penerus gereja.” Juga, “hari ini pelajar/mahasiswa, besok pemimpin.” Apa yang hendaknya dipelajari oleh para pemuda-pemudi?

Pertama, seorang calon pemimpin belajar dari rekan seniornya (ay. 10-11). Timotius mendapatkan pujian karena mengikuti ajaran, tujuan, iman, serta kasih Paulus. Hidup Kekristenan juga bukan sekadar mengetahui ajaran Kristus, tetapi melakukannya dalam kehidupan. Itulah sebabnya pada ayat 11, Paulus juga secara khusus menyebut beberapa kota: Antiokhia (Kis. 13:50), Ikonium (Kis. 14:19), Listra (Paulus penduduk kota ini). Hal ini dilakukannya untuk mengingatkan Timotius bagaimana Tuhan menyelamatkan Paulus. Di tengah kekacauan dunia, pemuda dihimbau untuk tabah dan mau belajar dari rekan seperjuangan di dalam Tuhan yang senior. Paulus juga memberikan teladan yang baik dengan tidak hanya menceritakan “kesuksesannya,” melainkan juga berbagai penderitaan yang dialaminya.

Kedua, seorang calon pemimpin harus tabah menghadapi aniaya (ay. 12-13). Aniaya akan menimpa semua orang yang berusaha hidup taat kepada Tuhan. Hal ini sudah dikatakan oleh Tuhan Yesus (Yoh. 15:18-20). Tetapi, Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa Dia sudah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33). Paulus mengalami aniaya hingga dihukum mati di Roma (tahun 66/67), Timotius pernah dipenjara (Ibr. 13:23), demikian pula banyak tokoh pelayanan Kristen lainnya. Aniaya tidak hanya berupa fisik, melainkan emosional, spiritual, dan sebagainya.

Ketiga, seorang calon pemimpin menghargai kewibawaan/otoritas Alkitab (ay. 14-17). Akar kata berpegang dalam ayat 14 sama dengan Yoh. 15:4. Ini menyatakan bahwa Timotius harus erat berpegang dan tinggal dalam Sabda Allah. Sabda Allah yang tertulis semua isinya diilhamkan oleh Allah, sehingga memampukan kita untuk bertemu Yesus, Sabda Allah yang hidup. Amin.

REFLEKSI

Pemimpin adalah seseorang yang tahu jalan, menapaki jalan itu, serta menunjukkannya (John C. Maxwell)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Bagaimana penerapan khotbah ini bagi lingkungan gereja dan keluarga Anda?
  2. Apakah kita boleh belajar dari para pemimpin non-Kristen? Jelaskan.

AYAT ALKITAB TERKAIT

10 Tetapi engkau sudah mengikuti ajaran-ajaran saya, kelakuan saya, dan tujuan hidup saya. Engkau sudah melihat sendiri bagaimana saya sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi sesama manusia. Engkau juga tahu kesabaran dan ketabahan saya. 11 Engkau sudah melihat saya dianiaya dan saya menderita. Engkau tahu semua yang terjadi terhadap saya di Antiokhia, di Ikonium, dan di Listra; dan engkau tahu semua yang saya derita! Tetapi Tuhan menyelamatkan saya dari semuanya itu. 12 Memang semua orang yang mau hidup beribadat dan hidup bersatu dengan Kristus Yesus akan dianiaya, 13 sedangkan orang-orang yang jahat dan orang-orang penipu akan semakin jahat. Mereka menipu orang lain padahal mereka sendiri pun tertipu juga. 14 Tetapi mengenai engkau, Timotius, hendaklah engkau tetap berpegang pada ajaran-ajaran yang benar yang sudah diajarkan kepadamu dan yang engkau percayai sepenuhnya; sebab engkau tahu siapa guru-gurumu. 15 Engkau harus ingat bahwa sejak kecil engkau sudah mengenal Alkitab. Alkitab itu dapat memberikan kepadamu pengertian untuk mendapat keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus. 16 Semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah. 17 Dengan Alkitab itu orang yang melayani Allah dapat dilengkapi dengan sempurna untuk segala macam pekerjaan yang baik. (2Tim. 3:10-17)

Tetapi pembesar-pembesar kota itu dan wanita-wanita dari golongan orang-orang tinggi yang takut kepada Allah, dihasut oleh orang-orang Yahudi. Mereka menimbulkan permusuhan terhadap Paulus dan Barnabas, dan mengusir mereka berdua dari daerah itu. (Kis. 13:50)

Beberapa orang Yahudi yang datang ke Listra dari Antiokhia di Pisidia dan dari Ikonium mempengaruhi orang banyak itu sehingga orang banyak itu berpihak kepada mereka. Mereka melempari Paulus dengan batu, kemudian menyeret dia ke luar kota. Mereka menyangka ia sudah mati, (Kis. 14:19)

18 “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia. 19 Sekiranya kalian milik dunia, kalian akan dikasihi oleh dunia sebagai kepunyaannya. Tetapi Aku sudah memilih kalian dari dunia ini, jadi kalian bukan lagi milik dunia. Itu sebabnya dunia membenci kalian. 20 Ingatlah apa yang sudah Kukatakan kepadamu, ‘Hamba tidak lebih besar daripada tuannya.’ Kalau mereka sudah menganiaya Aku, mereka akan menganiaya kalian juga. Kalau mereka menuruti ajaran-Ku, mereka akan menuruti ajaranmu juga. (Yoh. 15:18-20)

Semuanya ini Kukatakan supaya kalian mendapat sejahtera karena bersatu dengan Aku. Di dunia kalian akan menderita. Tapi tabahkan hatimu! Aku sudah mengalahkan dunia! (Yoh. 16:33)

Hendaklah kalian tahu bahwa saudara kita Timotius sudah dibebaskan dari penjara. Kalau ia sudah ke tempat saya ini, saya akan membawanya waktu saya mengunjungi kalian nanti. (Ibr. 13:23)

Tetaplah bersatu dengan Aku dan Aku pun akan tetap bersatu dengan kalian. Cabang sendiri tak dapat berbuah, kecuali kalau ia tetap pada pohonnya. Demikian juga kalian hanya dapat berbuah, kalau tetap bersatu dengan Aku. (Yoh. 15:4)

Catatan: semua ayat diambil dari terjemahan BIMK.

About the author

Leave a Reply