Hidup Menghasilkan Buah (Markus 11:21-26)

Ibadah Minggu, 6 Juni 2021 (Sore)

Oleh Pdm. Jusak Gandawidjaja (GBT Kristus Pelepas)

Di balik peristiwa pohon ara yang tidak berbuah dan dikutuk ini, Tuhan Yesus memakainya untuk mengajarkan suatu hal kepada orang-orang yang percaya pada-Nya. Di satu sisi, Dia tidak berkenan jika orang percaya tidak menghasilkan buah. Di sisi lain, Dia menginginkan orang-orang percaya untuk menghasilkan buah di sepanjang musim kehidupan. Ada beberapa langkah iman supaya kita dapat menghasilkan buah dalam hidup ini.

Perhatikan beberapa hal yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus. Gunung menggambarkan penghalang yang merintangi kita dalam menghasilkan buah harus dibuang. Kemudian, kata “sesungguhnya” (“amin”) menyatakan firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus dapat dipercaya dan pasti akan terjadi. Terakhir, atas dasar iman yang kokoh ini kita dapat berkata kepada “gunung penghalang” itu untuk beranjak dan tercampak ke dalam laut. Inilah langkah iman yang kedua, yaitu memindahkan “gunung penghalang.”

Apabila gunung itu sudah tersingkir ke dalam laut, berarti penghalang itu lenyap dan Tuhan sudah membuka suatu jalan. Dengan demikian, kita dapat dengan penuh keyakinan percaya telah menerima apa yang menjadi permohonan dan doa kita kepada Tuhan, yaitu hidup yang menghasilkan buah. Inilah langkah iman yang ketiga, yaitu percaya telah menerima.

Sebagai orang yang beriman, kita juga harus mematuhi firman Tuhan untuk mengampuni sesama. Jika Bapa yang di surga telah mengampuni kita, berarti telah terjadi rekonsiliasi/pemulihan hubungan antara Dia dengan kita. Jika kita mengampuni sesama, maka kita adalah orang yang patuh kepada firman Tuhan dan memiliki hati yang penuh kasih. Jadi, kita menjadi orang yang pas untuk dibentuk oleh Tuhan untuk menghasilkan buah. Inilah langkah iman yang pertama, yaitu mengampuni. Paulus berkata, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Flp. 1:22a). Amin.

REFLEKSI

Saya belum pernah menjumpai seorang Kristen pun yang menghasilkan buah yang bukan murid Alkitab (Dwight L. Moody)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa saja “gunung penghalang” yang sedang Anda hadapi saat ini?
  2. Apa bedanya buah yang dihasilkan oleh orang-orang Kristen dengan perbuatan baik atau moralitas dari orang-orang lainnya?

AYAT ALKITAB TERKAIT

21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” 22 Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu). (Mrk. 11:21-26)

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. (Flp. 1:22a)

About the author

Leave a Reply