Ibadah Umum II, 7 September 2025. Oleh: Pdt. Kornelius Setiawan.
Ada beberapa pelajaran yang akan kita pelajari dalam ayat-ayat Alkitab ini tentang tanggung jawab seorang ayah. Pertama, tanggung jawab utama seorang ayah bagi anak-anaknya adalah mendidik mereka untuk percaya dan mengikut Tuhan. Kata mendidik dalam Efesus 6:4 bukan sekadar mengajar dalam pengetahuan, tetapi membesarkan mereka di dalam ajaran Tuhan. Bukan mendidik dengan keras tetapi dengan kasih. Anak-anak perlu diajar pengetahuan Alkitab secara sistematis sesuai umur mereka dan perkembangan zaman.
Kedua, ayah bertanggung jawab untuk menyiapkan kebutuhan jasmani. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa seorang yang tidak memelihara kebutuhan jasmani keluarganya disebut lebih buruk dibanding orang yang tidak beriman (1Tim. 5:8).
Ketiga, ayah bertanggung jawab dalam pembentukan karakter anak-anaknya (Ibr. 12:11). Disiplin kelihatannya akan membuat anak-anak menjadi susah, tetapi sebenarnya bermanfaat. Dengan pendidikan ini, maka anak-anak akan lebih siap ketika mereka terjun ke dalam dunia nyata, yang penuh tantangan.
Marilah kita menjadi ayah yang bijak, yang mendidik anak-anak kita dengan baik. Sebaliknya, sebagai seorang anak, marilah kita taat kepada nasihat di dalam Tuhan yang diberikan oleh ayah kita. Amin.
REFLEKSI
Bagi anak-anak, ayah merupakan gambaran Allah. Oleh sebab itu, tanggung jawab seorang ayah sangat serius dan kudus. Seorang ayah dipanggil untuk memperlakukan anak-anaknya sebagaimana Allah memperlakukan kita (John Drescher)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja yang mungkin terjadi pada keluarga dan anak-anaknya ketika seorang ayah terlalu fokus untuk memenuhi tanggung jawab material dan mengabaikan tanggung jawab rohani?
- Apa komitmen Anda untuk menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab sesuai tuntunan Alkitab dalam bagian ini?
REFERENSI
Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Ef. 6:4)
Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. (1Tim. 5:8)
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibr. 12:11)
