Terimalah Roh Allah (Yoh. 20:19-23)

Ibadah Umum I, 14 April 2024. Oleh: Pdm. Nehemia Widjaja.

Ketika berkumpul setelah penyaliban, murid-murid sangat ketakutan karena tuduhan dari orang-orang Yahudi bahwa mereka mencuri mayat Tuhan Yesus dan menyebarkan berita bohong tentang kebangitan-Nya. Di dalam suasana yang mencekam seperti ini, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan memberikan Roh Kudus/Roh Allah (ay. 22 BIMK).

Pencurahan Roh Allah ini berbeda dengan yang terjadi di kitab Kisah Para Rasul karena yang menerimanya hanya para murid. Selain itu, Dia juga mengucapkan salam sejahtera (ay. 19, 21) dan mengutus mereka (ay. 21-23). Gambaran ini mirip dengan pencurahan Roh Kudus untuk memperlengkapi orang-orang percaya menjalankan misi Tuhan.

Jadi, Allah dapat bekerja dalam situasi apapun, termasuk dalam susana hening dan mencekam seperti ini. Kemudian, ketika Allah hadir, selalu ada perubahan hidup. Misalnya, seperti Tomas yang setelah kejadian ini percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit (ay. 20). Jika dicermati, sejak awal Yohanes telah menegaskan bahwa Yesus itu Allah (Yoh. 1:1).

Ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil. Pertama, Yesus adalah Allah. Jangan lagi mau diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran yang menolak keilahian-Nya. Yang kedua, Yesus selalu dekat dengan murid-murid-Nya, termasuk dalam keadaan yang sulit. Marilah kita dikuatkan dengan fakta ini.  Ketiga, kita yang percaya pada Kristus telah menerima Roh Allah yang membimbing hidup kita. Amin.

REFLEKSI

Roh Kudus (atau Roh Allah) mentransformasi dan menguatkan umat Allah (Craig Keener)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Mengapa ada orang-orang yang mengaku telah menerima Roh Kudus tetapi gaya hidupnya masih tidak seturut dengan perintah Allah yang dinyatakan dalam Alkitab?
  2. Apa saja tanda yang bisa Anda rasakan bahwa Roh Allah telah ada dalam diri Anda?

REFERENSI

19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ”Damai sejahtera bagi kamu!” 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: ”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”  22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: ”Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yoh. 20:19-23)

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yoh. 1:1)

About the author

Leave a Reply