Ibadah Umum II, 15 Januari 2023
Oleh: Pdt. Markus Priyono
Uang dan kekayaan adalah daya pikat yang luar biasa bagi manusia. Tetapi, uang bukanlah segalanya. Inilah yang dikatakan Tuhan melalui Pengkhotbah (Pkh. 5:9), seorang yang kaya raya. Apa yang dialami oleh orang yang mencintai uang dan kekayaan?
Pertama, yang menikmati orang lain (Pkh. 5:10). Seberapapun banyak kekayaan yang kita miliki, ada keterbatasan untuk menikmati kekayaan. Kedua, tidak ada kenangan (Pkh. 5:14-16). Orang yang mencintai uang biasanya membanggakan kekayaannya. Tetapi, kenangan tersebut akan terhapuskan ketika meninggal. Ketiga, tidak dikaruniai kenikmatan (Pkh. 6:2).
Orang kaya akan celaka ketika kekayaannya tidak digunakan di dalam jalan Tuhan. Maka, jadilah bijak dalam memandang uang dan kekayaan. Amin.
REFLEKSI
Seorang bebal bisa mengumpulkan banyak uang, tetapi hanya orang bijak yang bisa menggunakannya dengan baik (Charlse Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah menjadi kaya adalah dosa di hadapan Tuhan? Apakah menjadi miskin lebih berkenan di hadapan Tuhan? Berikan dukungan berdasar apa yang dinyatakan dalam Alkitab.
- Bagaimana caranya supaya Anda bisa mengumpulkan dan menggunakan kekayaan dengan benar? Berikan contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari.
REFERENSI AYAT ALKITAB
9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. 10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? (Pkh. 5:9-10)
14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya. 15 Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin? 16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan. (Pkh. 5:14-16)
orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. (Pkh. 6:2)
