Hidup yang Penuh Komitmen (Dan. 1:3-6, 8-9, 15, 17, 20)

Ibadah Minggu, 10 Januari 2021 (Sore)

Oleh Pdt. Andreas Hauw (STT SAAT Malang)

Komitmen sangat diperlukan dalam hidup. Komitmen ialah kemampuan melakukan perbuatan yang dilakukan manusia atas dasar kepercayaan. Tanpa komitmen, kita tidak bisa mengikut Tuhan seumur hidup kita. Kisah Daniel dalam pembuangan di Babel mengajarkan kita sebuah komitmen orang percaya yang hidup di tengah orang-orang yang tidak percaya.

Ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh Daniel. Mereka dibawa ke tempat yang baru dan dipaksa untuk menyembah dewa-dewa asing. Paulus mengingatkan bahwa pergaulan yang buruk akan merusak iman kita (1Kor. 15:33). Di masa pandemi ini, kita juga dituntut untuk mengatasi problem mempertahankan iman kita di tempat yang baru (ibadah di rumah).

Kemudian, Daniel dan teman-temannya juga menghadapi tantangan berupa cara pandang yang baru (ay. 4). Pada masa kini, kita juga menghadapi tantangan yang serupa. Misalnya, pandangan bahwa homoseksualitas itu sah. Makanan yang baru (ay. 5). Kita menghadapi tantangan “makanan” yang baru berupa media.

Selain itu, mereka diberi nama yang baru, yaitu nama dari dewa-dewa Babel (ay. 7). Walaupun nama berubah, karakter harus tetap. Pada masa kini, banyak orang memiliki nama berbau Kristen namun kelakuannya bertolak belakang. Kita memiliki “nama yang baru” sebagai anak-anak Allah (1Yoh. 3:2).

Daniel memutuskan untuk melayani Tuhan berapapun harganya (ay. 8-14). Atas komitmennya itu, Daniel mendapatkan upah. Demikian pula, Allah tidak akan membuat kita gagal jika melakukan kehendak-Nya (ay. 15-16) dan kita akan dijadikan orang-orang yang unggul (ay. 17-20).

Sebagai orang percaya, kita memiliki kebebasan untuk memutuskan, apakah mengikut Tuhan atau mengikut kehendak duniawi. Bagaimana kita menghadapinya? Hiduplah menurut pengetahuan firman Tuhan (Mzm. 119:105). Inilah yang dilakukan oleh Daniel dan teman-temannya. (2Tim. 2:20-21). Amin.

REFLEKSI

Peganglah komitmen kepada Tuhan, berapapun harganya, maka Tuhan akan menyertai kita, betapapun sulit keadaannya.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Mudahkah menjalani komitmen kepada Tuhan? Mengapa demikian?
  2. Apa komitmen yang bisa Anda nyatakan kepada Tuhan di tahun 2021?

AYAT ALKITAB TERKAIT

Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

8  Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 9  Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

15  Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

17  Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

20  Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. (Dan. 1:3-6, 8-9, 15, 17, 20)

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (1Kor. 15:33)

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (1Yoh. 3:2)

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mzm. 119:105)

20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. (2Tim. 2:20-21)

About the author

Leave a Reply