Ibadah Natal I, 25 Desember 2021
Oleh Pdt. Daud Soesilo (GBT Kristus Pelepas)
Terdapat struktur laporan yang khas dalam Injil Lukas, yaitu kelahiran Kristus dikaitkan dengan empat hal. Pertama, sejarah dunia (ay. 1-4). Lukas menghubungkan kelahiran Yesus dengan Kaisar Agustus (memerintah 27 S.M.-14 M.). Dia adalah seorang kaisar yang keras. Sehingga, sensus pada waktu itu dilakukan untuk menaikkan pajak. Sensus itu pulalah yang memaksa Maria dan Yusuf pergi ke Yerusalem (minimal, ditempuh dalam lima hari perjalanan). Maka pada malam Natal yang pertama, yang terjadi adalah kekacauan. Ini menunjukkan bahwa keadaan dunia di luar kontrol manusia. Demikian pula pandemi, bencana alam, dan semua yang terjadi pada tahun ini.
Kedua, diletakkan dalam palungan (ay. 7). Ini menunjukkan bahwa Yesus lahir dalam kondisi yang paling tidak ideal. Allah yang menjelma menjadi manusia memilih terlahir dalam kondisi seperti itu untuk memberi harapan bagi kita. Dalam cobaan hidup yang berat, Maria dan Yusuf tetap taat untuk menjalankan panggilan Tuhan.
Ketiga, isi pengumuman malaikat (ay. 11-12, 14). Kaisar Agustus merupakan pemimpin yang membawa kekaisaran Roma ke dalam masa keemasan. Pada masa itu, dunia mengenal Pax Romana (perdamaian Roma) dan Pax Agusta (Perdamaian Agustus). Namun bagi Lukas, kehebatan Kaisar tidak ada apa-apanya dengan Yesus karena malaikat memberitakan “damai di bumi” (ay. 14).
Keempat, kunjungan para gembala (ay. 15-16, 20). Allah memilih para gembala lokal, yang status sosialnya sangat rendah, sebagai kalangan yang pertama menerima tanda kelahiran Yesus dari malaikat. Ini menunjukkan adanya pengharapan bagi semua manusia.
Apa pengharapan yang ada pada Natal? 1) Kita diizinkan Tuhan untuk berada pada situasi yang di luar kontrol kita; 2) Kelahiran Yesus di palungan menyatakan bahwa Allah berpihak pada yang papa; 3) “Damai di bumi” dinyatakan bagi orang-orang yang berstatus rendah; 4) Orang yang dianggap paling rendah justru diangkat untuk menjadi pembawa kabar sukacita. Amin.
REFLEKSI
Anak Allah menjadi manusia untuk menjadikan manusia anak Allah (C.S. Lewis)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Jika kisah Natal sejatinya adalah Kabar Baik yang sangat agung, mengapa seorang Kristen bisa tidak merasakan sukacitanya? Jelaskan.
- Bagaimana pelajaran rohani pada khotbah ini memengaruhi cara hidup Anda?
AYAT ALKITAB TERKAIT
1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud — 5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. 8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Luk. 2:1-14)
