Berelasi dengan Gembala yang Baik (Yoh. 10:14-15)

Ibadah Umum II, 2 Januari 2022 

Oleh Pdp. Tomy Handaka Patria (GBT Kristus Pelepas)

Ada perbedaan yang mendasar antara Kekristenan dengan agama-agama di dunia. Agama-agama di dunia mengajarkan bagaimana manusia bisa mencapai status yang lebih tinggi (entah berupa surga, nirwana, atau yang lain). Fokusnya adalah usaha manusia. Sementara itu, Alkitab menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan sungguh-sungguh mencari Allah (Rm. 3:11-12). Tidak ada seorang pun yang layak di hadapan Allah (Yes. 64:6).

Oleh sebab itu, dalam Kekristenan, Allahlah yang mencari manusia (Luk. 19:10). Penebusan Kristus memulihkan relasi antara Allah dengan manusia, yang tadinya rusak oleh dosa. Allah sangat rindu untuk berelasi dengan manusia (Mat. 23:37; Luk. 13:34), walaupun untuk itu Dia harus mengurbankan Anak-Nya yang tunggal. Konsep relasi dengan Allah inilah yang menjadi dasar manusia untuk berbuat baik.

Inilah juga yang dinyatakan dalam Injil Yohanes pasal 10, ketika Tuhan Yesus digambarkan sebagai “Gembala yang Baik.” Gembala yang sangat mengasihi domba-domba kepunyaan-Nya dan rela memberikan apapun demi mereka, bahkan nyawa-Nya sendiri.

Apa dampaknya di dunia ini jika kita memiliki relasi yang benar dengan Allah? Pertama, mengikis keraguan kita akan kebaikan-Nya. Kita mudah meragukan kebaikan-Nya ketika hidup tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Namun, relasi dengan-Nya akan memupus keraguan (Ayb. 42:5-6).

Kedua, membuat kita tidak lagi mencari kepuasan di luar Allah. Kepuasan yang fana membuat hidup manusia hampa. Jika kita benar-benar domba Allah, maka kita baru akan dipuaskan ketika memiliki relasi dengan Sang Gembala.

Ketiga, membuat kita bisa mengasihi-Nya dengan benar. Banyak orang mendekati dan melayani Allah dengan cara yang salah. Misalnya, memberi persembahan untuk melunakkan hati-Nya. Relasi yang benar akan mengikis sikap-sikap seperti ini. Amin.

REFLEKSI

Dikasihi oleh Allah merupakan relasi, pencapaian, dan kedudukan tertinggi dalam hidup ini (Henry Blackaby)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah yang meyakinkan Anda bahwa Anda adalah domba-domba Kristus?
  2. Apakah yang kita pikirkan dan lakukan selama ini membuat relasi kita dengan Allah semakin intim, atau justru merusaknya?

AYAT ALKITAB TERKAIT

14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yoh. 10:14-15)

11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (Rm. 3:11-12)

Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. (Yes. 64:6)

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk. 19:10).

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” (Mat. 23:37; Luk. 13:34)

5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu. (Ayb. 42:5-6)

60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (Yoh. 6:60, 66)

About the author

1 Response

Leave a Reply