Hadapi Hidup dengan Iman (Rm. 1:16-17; Ibr. 11:1-2; 12:2)

Ibadah Umum I, 27 Februari 2022

Oleh: Pdt. Eddy Tendean

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, iman adalah kepercayaan dan keyakinan pada Allah dan harus disertai dengan ketetapan hati. Sementara itu, di dalam Alkitab, iman berarti memegang teguh dan mengamini dengan segenap hati bahwa Allah itu hidup dan Allah di dalam Kristus telah mendamaikan orang berdosa dengan diri-Nya sendiri sehingga seluruh hidup orang beriman dikuasai oleh keyakinannya pada Kristus.

Oleh sebab  itu, iman yang benar adalah anugerah yang besar dari Allah di dalam Kristus (Rm. 10:17; Ef. 2:8). Jadi, objek iman yang benar adalah Kristus (berbeda dengan objek iman agama lain yang berpusat pada diri sendiri). Yang menyelamatkan kita juga bukan agama Kristen, tetapi anugerah di dalam Kristus. Pemahaman ini akan membantu kita untuk menghadapi kehidupan ini dengan penuh ketenangan.

Apa yang harus kita lakukan? Pertama, percaya seratus persen hanya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Tidak ada harapan bagi manusia berdosa selain di dalam Kristus (Gal. 3:22). Kedua, hiduplah berjalan bersama Tuhan. Inilah yang dilakukan oleh Henokh dan Nuh (Ibr. 11:5; Kej. 5:22-24; 6:9). Posisikanlah Tuhan di depan kita dan peganglah Dia erat-erat.

Apa akibatnya jika kita hidup dalam iman? 1) Pasti akan memperoleh anugerah keselamatan yang kekal; 2) hidup penuh kemenangan atas kedagingan dan cobaan Iblis; 3) tidak takut/khawatir menghadapi apapun; 4) hidup dengan penuh ketenangan dan damai sejahtera. Amin.

REFLEKSI

Iman seperti radar yang mampu menembus kabut untuk melihat realitas dari jarak yang tidak mampu dilihat oleh mata (Corrie Ten Boom)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Jika kita hidup dalam iman, apakah kita sama sekali tidak boleh merasa takut atau khawatir? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Apa perbedaan antara iman yang benar dengan iman yang palsu?

REFERENSI AYAT ALKITAB

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Rm. 1:16-17)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr. 11:1)

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibr. 12:2)

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (Ef. 2:8)

Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. (Gal. 3:22)

Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. (Ibr. 11:5)

22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. 24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (Kej. 5:22-24)

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kej. 6:9)

About the author

Leave a Reply