Sukacita yang Bersumber pada Tuhan (Hab. 3:16-19)

Ibadah Umum II, 14 Desember 2025. Oleh: Pdp. Heni Susiani.

(Khotbah ini merupakan lanjutan dari khotbah ibadah Umum II)

Sukacita (joy) berbeda dengan senang (happiness). Senang sangat bergantung pada keadaan dan setelah yang disenangi itu hilang, maka hilang pulalah perasaan senang itu. Sebaliknya, sukacita bersumber pada Tuhan (Yoh. 15:11). Di dalam kitab ini, Habakuk mengalami pergumulan iman yang luar biasa melihat kejahatan di sekitarnya. Dia pun mendekat pada Tuhan.

Ada beberapa respons Habakuk yang bisa kita pelajari. Ketiga, Habakuk bersukacita di dalam Tuhan (ay. 18). Habakuk memiliki iman yang memilih untuk bersukacita walaupun keadaannya penuh pergumulan. Bersukacita dan bersyukurdi dalam titik yang rendah dalam kehidupan seperti inilah yang menunjukkan adanya kemenangan sejati (2Kor. 4:8-9).

Keempat, Habakuk percaya pimpinan Tuhan (ay. 19). Tuhan tidak menghilangkan masalah yang dihadapi oleh Habakuk, tetapi menguatkan langkahnya. Demikian pula bagi kita pada saat ini, Tuhan akan senantiasa memberikan kekuatan rohani supaya kita bisa mengatasi masalah yang ada di depan kita.

Sukacita kita tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada iman kita kepada Kristus. Jadi, janganlah bersandar pada sukacita dunia yang sementara. Amin.

REFLEKSI

Sukacita terbesar bagi orang Kristen adalah sukacita yang diberikan bagi Kristus (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Bolehkah orang Kristen bersukacita terhadap hal-hal yang umumnya juga menjadi sumber sukacita manusia di dunia ini? Jelaskan!
  2. Apakah perasaan sedih atau kecewa dengan keadaan hidup merupakan tanda kelemahan iman? Jelaskan!

REFERENSI

16      Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku,

mendengar bunyinya, menggigillah bibirku;

tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal,

dan aku gemetar di tempat aku berdiri;

namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan,

yang akan mendatangi bangsa

yang bergerombolan menyerang kami.

17      Sekalipun pohon ara tidak berbunga,

pohon anggur tidak berbuah,

hasil pohon zaitun mengecewakan,

sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan,

kambing domba terhalau dari kurungan,

dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

18      namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN,

beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

19      ALLAH Tuhanku itu kekuatanku:

Ia membuat kakiku seperti kaki rusa,

Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Hab. 3:16-19)

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (Yoh. 15:11)

 

8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. (2Kor. 4:8-9)

About the author

Leave a Reply