Ibadah Natal II, 25 Desember 2025. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Ayat ke-14 merupakan bagian dari rangkaian “Kidung Agung Lukas” dalam Lukas pasal 1-2: Nyanyian Maria (Luk. 1:46-55), Nyanyian Zakharia (Luk. 1:67-79), Nyanyian Para Malaikat (Luk. 2:14), dan Nyanyian Simeon (Luk. 2:29-32). Lukas menyatakan ada damai yang lebih dari damai yang dijanjikan Kaisar Roma, yang menjajah daerah Palestina waktu itu.
Kabar ini diberitakan oleh para malaikat kepada para gembala, kelompok masyarakat bawah. Kristus lahir di palungan, sehingga Kabar Baik ini dapat dipahami oleh seluruh kalangan manusia. Dialah yang menyelamatkan manusia dengan cara memulihkan hubungan dengan Allah, yang telah rusak akibat dosa. Inilah hadiah terbesar yang diberikan oleh Tuhan.
Doksologi (memuliakan Allah) adalah bagian terpenting dalam Lukas. 2:14. Pujian ini menggemakan pujian dalam Yesaya 6:3. Damai sejahtera (Yun. eirene; Ibr. syalom) berarti keutuhan, lengkap, dan holistik karena hubungan yang benar dengan Allah, diri sendiri, dan sesama.
Ketika manusia memuliakan Tuhan, damai sejahtera surgawi akan dirasakan (Luk. 1:79). Damai Tuhan juga bisa menjadikan orang percaya ditentang (Luk. 12:51, 53; 10:5-6). Yesus juga berkata, “Pergilah dengan damai” pada perempuan berdosa (Luk. 7:50) dan perempuan yang sembuh dari pendarahan (Luk. 8:48). Bahkan, salam damai ini masih dinyatakan setelah kebangkitan-Nya (Luk. 24:36). Hanya orang yang mengerti tatanan Allah yang akan merasakan damai (Luk. 24:36). Amin.
REFLEKSI
Bagaimana mungkin ada orang yang merasa memiliki damai padahal mereka tidak berdamai dengan Allah? (Matthew Henry)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa bedanya damai duniawi dengan damai sejahtera dari Allah?
- Bagaimana caranya damai Tuhan yang ada dalam hati kita tersalurkan kepada orang-orang di sekitar kita?
REFERENSI
8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14 ”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi
dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Luk. 2:8-14)
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya:
”Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam,
seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes. 6:3)
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera (Luk. 1:79)
51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya. (Luk. 12:51, 53)
5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Luk. 1:5-6)
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: ”Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Luk. 7:50)
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: ”Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat! (Luk. 8:48)
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: ”Damai sejahtera bagi kamu!” (Luk. 24:36)
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ”Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (Luk. 10:21)
