Bayang-bayang Maut? Tidak Takut! (Mzm. 23:1-6)

Ibadah Umum II, 19 Juni 2022.

Oleh: Pdt. Immanuel Alim Hoseno

Bayang-bayang maut/lembah yang kelam merupakan gambaran dunia ini yang dipenuhi oleh bahaya, teror, dan ketakutan. Tidak ada seorang pun yang menginginkan untuk tinggal dalam kondisi seperti ini. Padahal, semua itu bisa terjadi sewaktu-waktu.

Namun demikian, kita memiliki Tuhan Yesus sebagai Gembala yang Baik (ay. 1). Dia tahu apa yang akan terjadi dan juga akan membimbing kita untuk keluar dari bayang-bayang maut (ay. 4). Semua kebutuhan kita juga akan tercukupi (ay. 2). Dia juga akan menyegarkan jiwa kita dan menuntun kita di jalan yang benar (ay. 3).

Bagaimana supaya kita tidak takut pada bayang-bayang maut? Pertama, percaya bahwa kita tidak berjalan sendiri karena Tuhan menyertai kita. Sekelam apapun itu, ada sesuatu yang baik di dalam setiap pergumulan kita (Rm. 8:28). Kedua, bayang-bayang maut itu tidak permanen (akan terus ada). Jangan ragukan pimpinan Tuhan sekalipun Dia sedang menuntun kita melewati bayang-bayang maut. Ketiga, kita memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Sudahkah kita memiliki kerinduan dan berkomitmen untuk berelasi dengan Tuhan? Amin.

REFLEKSI

Domba-domba Kristus yang setia akan mengenal suara-Nya karena mereka terbiasa berelasi dengan-Nya (Kris Lundgaard)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Jika Kristus adalah Gembala yang Baik, mengapa banyak orang Kristen yang menderita? Bagaimana Anda merespons fakta ini?
  2. Apa saja yang akan dialami oleh orang-orang Kristen yang tidak berjalan menurut suara Sang Gembala yang Baik?

REFERENSI AYAT ALKITAB

Mazmur Daud.
Bahwa Tuhan itulah gembalaku, maka tiada aku akan kekurangan suatupun.
Dibaringkan-Nya aku pada tempat yang banyak rumputnya, dan dihantar-Nya aku perlahan-lahan kepada air yang tenang sekali.
Disegarkan-Nya jiwaku dan dihantar-Nya aku pada jalan kebenaran karena nama-Nya.
Jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku.
Maka Engkau menyajikan hidangan di hadapanku tentang segala seteruku; dan Engkau menyirami kepalaku dengan minyak, dan memumbungkan pialakupun.
Maka sesungguhnya kebajikan dan kemurahan akan mengikut aku pada segala hari umur hidupku, maka aku akan masuk selalu ke dalam bait Tuhan sampai selama-lamanya. (Mzm. 23:1-6 TL)
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm. 8:28)
About the author

Leave a Reply