Ibadah Umum II, 22 Februari 2026. Oleh: Ev. Nicholas Kurniawan.
Kita hidup dikelilingi kebisingan yang melelahkan dan melemahkan: tuntutan pekerjaan, tekanan media sosial, harapan masyarakat, serta ketidakpastian masa depan. Tanpa sadar, radar iman kita masih aktif tetapi sinyalnya kacau. Kita bisa bergerak serba cepat, tetapi serba salah.
Panggilan Allah untuk beribadah kepada-Nya (termasuk berdoa, berpuasa, berbakti, dan melayani) mengajak dan mengajar kita untuk melakukan PCR: Pause (berhenti), Correct (koreksi), dan Reconnect (terhubung ulang). Ketiga hal tersebut kita lakukan untuk mendeteksi adanya “infeksi kebisingan” dalam diri, berintrospeksi dan memberi diri dinavigasi serta ditransformasi oleh suara Allah untuk hidup ber’abodah. Kebisingan (noise) dunia melelahkan dan melemahkan, tetapi suara (voice) Allah melegakan dan menguatkan.
Di dalam kedua bagian Alkitab ini, Yesaya dan Petrus menuliskan “Carilah TUHAN” (Yes. 55:6) dan “Datanglah kepada-Nya” (1Ptr. 2:4). Fokus mendengar firman Allah seperti inilah yang akan melegakan. Ibadah adalah respons atas panggilan Allah dan sebagai hidup yang dipersembahkan.
Karakteristik panggilan suara Allah dapat disingkat menjadi ABODAH: Anugerah untuk Berbincang dengan Allah datang pada Oase hidup untuk Disekutukan dan sama-sama Akui dosa menjadi Hamba yang berbakti. Amin.
REFLEKSI
Satu hal mendasar yang perlu kita pahami tentang ibadah adalah bahwa ibadah yang berkenan kepada Allah haruslah mengalir dari hati yang percaya pada Allah saja (R.C. Sproul)
PERTANYAAN DISKUSI
- Adakah hal-hal yang mengganggu kehidupan ibadah Anda kepada Allah? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
- Apa saja dampaknya ketika seorang Kristen tidak mengutamakan ibadah dalam hidupnya?
REFERENSI
6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui;
berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya,
dan orang jahat meninggalkan rancangannya;
baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya,
dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu,
dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,
demikianlah firman TUHAN.
9 Seperti tingginya langit dari bumi,
demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu
dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit
dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi,
membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan,
memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:
ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia,
tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,
dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita
dan akan dihantarkan dengan damai;
gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu,
dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.
13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar,
dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad,
dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN,
sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap. (Yes. 55:6-13)
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci:
”Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih,
sebuah batu penjuru yang mahal,
dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”
7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya:
”Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan,
telah menjadi batu penjuru,
juga telah menjadi batu sentuhan
dan suatu batu sandungan.”
8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah,
tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya,
yang dahulu tidak dikasihani
tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. (1Ptr. 2:4-10)
