Persembahan: Kasih kepada Allah dan Sesama (Mat. 5:23-24; Ams. 19:17)

Ibadah Umum I, 1 Maret 2026. Oleh: Ev. Lim Hendra.

Sama seperti seorang anak yang tidak senang jika orang tuanya hanya memberikan uang kepadanya tetapi tidak memberikan waktu, perhatian, dan kasih sayang, demikian juga Tuhan tidak berkenan jika kita memberikan persembahan dalam bentuk waktu, tenaga, dan uang tetapi tidak memberikan kasih kita kepada-Nya. Matius 5:23-24 ini adalah bagian dari Khotbah di Bukit, yang di dalamnya ada enam unit pengajaran yang berpola “Kamu telah mendengar firman… tetapi Aku berkata kepadamu…” (ay. 21, 27, 31, 33, 38, 43).

Bagian ini diawali dengan pernyataan Yesus bahwa hidup keagamaan orang-orang percaya harus lebih benar dibanding hidup keagamaan orang-orang Farisi (Mat. 5:20). Artinya, bukan hanya saleh di luar, tetapi juga hatinya harus benar sehingga memancar keluar. Pengurbanan Kristus memberikan kuasa yang mampu mengubah hati manusia yang gelap (Gal. 2:20).

Maka dari itu, persembahan akan berkenan kepada Allah jika didasarkan dari hati yang benar. Kasih kepada Allah itu juga akan memancar dalam wujud kasih kepada sesama (Mat. 5:23-24).

Tuhan memperhatikan ketika kita mengasihi sesama. Amsal bahkan mengatakan kita “memiutangi” Tuhan (Ams. 19:17). Artinya, Tuhan akan mencukupkan bagian kita, yang tadinya telah kita gunakan untuk mengasihi sesama. Marilah kita terus mempersembahkan kurban yang berkanan pada Allah (Ibr. 13:15-16). Amin.

REFLEKSI

Hati kita akan menentukan nilai dari persembahan kita  (Warren Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa dampaknya jika seseorang hanya berfokus pada “hubungan vertikal” dengan Tuhan dibanding dengan sesama?
  2. Apa saja hal-hal yang Anda lihat dalam hidup kerohanian orang Kristen sehari-hari yang dapat membuat persembahannya tidak berkenan di hati Tuhan?

REFERENSI

23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Mat. 5:23-24)

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN,

yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams. 19:17)

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat. 5:20)

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Gal. 2:20)

15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. (Ibr. 13:15-16)

About the author

Leave a Reply