Iman Sejati Tak Lekang oleh Situasi (Hag. 2:1-9; 2Tes. 2:1-5, 13-17)

Ibadah Umum I, 22 Februari 2026. Oleh: Ev. Nicholas Kurniawan.

Hagai adalah nabi yang melayani pasca Pembuangan. Ketika itu, bangsa Israel merasa lemah. Mereka memang taat meletakkan fondasi bangunan bait Allah, tetapi terhalang oleh banyak musuh dari bangsa sendiri. Di saat seperti itulah, Tuhan menjanjikan kemegahan bait Allah yang akan mereka bangun.

Tuhan mengatakan, “Kuatkan hatimu” (Hag. 2:5). Jadi, bukan menguatkan pada apa yang mereka miliki, tetapi menguatkan iman yang berasal dari Tuhan. Selain itu, “Bekerjalah, sebab Aku menyertaimu” (Hag. 2:5). Kekuatan iman yang diberikan Tuhan di dalam hati akan menuntun mereka untuk bekerja. Kemudian, Tuhan juga menguatkan bahwa Roh-Nya tinggal di tengah-tengah mereka (Hag. 2:6).

Sementara itu, di zaman yang berbeda, jemaat Tesalonika mengalami berbagai penganiayaan. Paulus kemudian mengingatkan mereka untuk tetap teguh di dalam iman dan ajaran Tuhan, bukannya disesatkan oleh ajaran-ajaran lain.

Kedua pengalaman umat Tuhan tersebut mengajarkan kita tentang iman yang sejati. Iman seperti ini dapat terwujud melalui akronim SEJATI: Setia pada janji Tuhan; Elakkan yang sesat; Jangan goyah berharap; Andalkan doa yang tulus; Tegar dalam tantangan; Iman yang membawa kemuliaan.

Supaya iman kita makin sejati, kita perlu 4T: Telut di hadapan Tuhan, Telinga yang mendengarkan Tuhan, Telaah sabda Tuhan, dan Telaten laksanakan ketaatan. Amin.

REFLEKSI

Iman yang bertahan di tengah badai adalah iman yang sejati; iman yang bertahan di tengah situasi yang tenang belum tentu iman yang sejati  (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa bedanya kekuatan iman yang berasal dari Tuhan dengan keyakinan yang berasal dari diri sendiri?
  2. Pikiran-pikiran negatif seperti apa yang bisa hinggap di benak orang percaya ketika menghadapi pergumulan hidup? Apa dampaknya jika dibiarkan?

REFERENSI

1 pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam.

Kemegahan Bait Suci yang baru

1b Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, 2 dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 3 ”Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: 4 Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?  5 Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 6 sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!  7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;  8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. 9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. 10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hag. 2:1-9)

1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,  2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. 3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.  5 Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?

13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

(2Tes. 2:1-5; 13-17)

About the author

Leave a Reply