Ibadah Umum I, 1 Juni 2025. Oleh: Pdt. Dina Latumahina.
Pada masa Yesaya, bangsa Yehuda mengalami kemerosotan, baik secara jasmani, moral, maupun kerohanian. Untuk itulah, Yesaya diutus Tuhan untuk mengingatkan adanya penghukuman jika mereka tidak bertobat. Di tengah seruan pertobatan itu (pasal 1-39), ada nubuat tentang pemulihan, yang dinyatakan di pasal 40 dan seterusnnya.
Buluh dan sumbu di sini merupakan simbol yang biasa digunakan dalam sebuah peradilan. Buluh yang terkulai menggambarkan kebutuhan seseorang akan pertolongan dan juga simbol harapan bagi mereka yang merasa hancur. Pelita yang padam menggambarkan kehidupan yang hampir berakhir karena semangat yang menipis dan iman yang goyah.
Jadi, pesan tersebut menyatakan peradilan yang seharusnya memberikan pemulihan, bukan hanya penghukuman. Inilah yang dilakukan oleh Tuhan pada umat-Nya. Hamba Tuhan yang dinyatakan dalam bagian ini digenapi oleh Tuhan Yesus (Mat. 12:40). Selain membebaskan umat-Nya dari dosa dan penghukuman, Tuhan Yesus juga memberi pengharapan bagi mereka yang lemah. Jika kita terus mengalami kesesakan, renungkanlah apakah kita sudah menerima anugerah-Nya?
Setelah Tuhan mengerjakan karya-Nya dalam hidup kita (menguatkan, menghibur, mencukupkan, menyelamatkan, dsb.), marilah kita terus meneladani Kristus di sepanjang waktu yang tersisa ini (Gal. 2:9-10). Tunjukkanlah belas kasihan kepada orang-orang yang memerlukan di sekitar kita. Amin.
REFLEKSI
Berkat yang menyertai dari pimpinan Tuhan adalah terjadinya pemulihan rohani (Allen P. Ross)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja penyimpangan-penyimpangan dalam hal keadilan yang terjadi di dalam masyarakat pada masa kini? Bagaimana yang dilakukan oleh Tuhan?
- Kelemahan dan kesesakan seperti apakah yang sedang Anda alami pada saat ini? Datanglah kepada Tuhan untuk menerima pemulihan.
REFERENSI
1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang,
orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.
Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya,
supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. †
2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara
atau memperdengarkan suaranya di jalan.
3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya,
tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai,
sampai ia menegakkan hukum di bumi;
segala pulau mengharapkan pengajarannya. (Yes. 42:1-4)
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya,
sampai Ia menjadikan hukum itu menang. (Mat. 12:20)
9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. (Gal. 2:9-10)
