Ibadah Umum I, 23 Juli 2023. Oleh: Pdt. David Alinurdin.
Berbagai macam cara dilakukan orang untuk menghadapi pergumulan hidup. Mulai dari healing, melepas stres yang banyak dilakukan anak muda zaman sekarang, hingga yang dilakukan oleh sebagian orang di Jepang, hilang (menyembunyikan diri). Apa yang difirmankan Tuhan?
Suatu kali, kerajaan Yehuda mengalami krisis karena kematian Uzia, seorang raja yang luar biasa. Penduduk Yehuda mengalami tekanan secara politik, ekonomi, serta kerohanian. Di tengah keadaan itu, Yesaya mencurahkan isi hatinya pada Allah dan menerima visi dari-Nya (ay. 1). Krisis tersebut membawa Yesaya untuk berjumpa dengan Allah yang mahabesar sehingga tidak menjadi gentar. Hal ini berbeda dengan orang-orang fasik yang mengatakan, “Tidak ada Allah!” (Mzm. 10:4).
Kemudian, Yesaya juga berjumpa dengan Allah yang mahakudus (ay. 3). Kudus artinya terpisah. Jadi, Allah sangat berbeda dengan manusia yang penuh kecemaran. Perasaan akan kekudusan Allah ini harus kita alami ketika beribadah dan beraktivitas sehari-hari. Akuilah dosa-dosa kita di hadapan Allah seperti halnya Yesaya (ay. 5).
Terakhir, Yesaya dipulihkan oleh anugerah dan kebaikan Tuhan (ay. 6). Yesaya mendapatkan kesempatan yang baru untuk melayani Tuhan. Demikianlah juga yang akan kita terima dari Tuhan setelah mengakui dosa-dosa kita. Jadikan krisis sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan, bukan menghancurkan kita. Amin.
REFLEKSI
Perilaku kita ketika ada di masa-masa membutuhkan dan krisis menyatakan siapa sesungguhnya diri kita (David Martyn Lloyd-Jones)
PERTANYAAN DISKUSI
- Ada sebagian orang yang ingin mendapatkan solusi dari pergumulan hidup dengan beribadah dan mendengar khotbah di gereja. Namun, mereka tidak mendapatkannya. Menurut Anda, apa yang keliru?
- Apakah krisis-krisis yang telah Anda alami selama ini menghasilkan kepahitan atau perjumpaan dengan Allah? Berdasarkan khotbah ini, adakah hal-hal yang masih harus diperbaiki ketika Anda menghadapi krisis?
REFERENSI
1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. 3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” 4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. 5 Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” 6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” 8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yes. 6:1-8)
Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!,” itulah seluruh pikirannya. (Mzm. 10:4)

Terima kasih unthmuk ringkasannya
Mari belajar sepeeti Yesaya yg mencari Tuhan dikala tekanan kehidupan menekan.