Hidup Makin Berkenan Kepada Allah (Ibr. 11:5)

Ibadah Umum I, 30 Juli 2023. Oleh: Pdt. Johannes Irwanto.

Henokh diangkat kepada Allah dalam keadaan hidup-hidup karena hidupnya berkenan kepada Allah. Demikian pula, kita harus mempersiapkan diri sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali. Caranya? Kita harus terus bertumbuh dan makin berkenan di dalam Tuhan.

Mungkin kita merasa berat dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Tetapi, Alkitab menyatakan bahwa perinta-perintah-Nya tidak berat (1Yoh. 5:3). Semua perintah-Nya akan mampu kita lakukan jika kita tinggal di dalam Kristus. Roh Kuduslah yang akan memberi kekuatan dan memampukan kita.

Ingatlah bahwa kita adalah bait Allah (1Kor. 3:16; 6:19-20) sehingga kita harus terus bertumbuh. kita (Kis. 7:44-50). Ada beberapa Bait Allah yang dikenal oleh bangsa Israel, mulai dari kemah pertemuan (Kel. 33:7), Bait Allah Musa (Kel. 25-30; 35-40; Kis. 7:44-50), serta Bait Allah Salomo (Kis. 7:46-47).

Sebagai rumah Allah, hidup kita tidak boleh statis tetapi harus bertumbuh. Pertama, kualitas keagungan kita harus terus bertumbuh (2Taw. 2:4, 9). Hidup kita harus memuliakan Tuhan (1Kor. 6:20). Karakter kita harus semakin serupa dengan Kristus (2Kor. 3:18). Kedua, kualitas iman kita harus semakin bertumbuh (Ibr. 5:11-14). Kita tidak boleh terus menjadi “bayi-bayi rohani” yang terus berbuat dosa. Ketiga, kualitas pelayanan kita juga harus bertumbuh. Melayani dengan fokus kepada Tuhan dan dilakukan sesuai pimpinan Roh Kudus (Rm. 7:5-6; 14:17-18). Amin.

REFLEKSI

Kesibukan kita sehari-hari bukanlah untuk menyenangkan diri sendiri, melainkan menyenangkan Tuhan (Matthew Henry)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Jika kita pasti akan masuk surga, mengapa kita masih harus hidup semakin berkenan pada Allah?
  2. Adakah hal-hal di seputar kehidupan Anda yang belum berkenan pada Tuhan? Bagaimana Anda akan memperbaikinya?

REFERENSI

Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. (Ibr. 11:5)

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat (1Yoh. 5:3)

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1Kor. 3:16)

19  Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,  —  dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1Kor. 6:19-20)

44  Kemah Kesaksian ada pada nenek moyang kita di padang gurun, seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa untuk membuatnya menurut contoh yang telah dilihatnya. 45  Kemah itu yang diterima nenek moyang kita dan yang dengan pimpinan Yosua dibawa masuk ke tanah ini, yaitu waktu tanah ini direbut dari bangsa-bangsa lain yang dihalau Allah dari depan nenek moyang kita; demikianlah sampai kepada zaman Daud. 46  Daud telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah dan ia memohon, supaya ia diperkenankan untuk mendirikan suatu tempat kediaman bagi Allah Yakub. 47  Tetapi Salomolah yang mendirikan sebuah rumah untuk Allah. 48  Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi: 49  Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? 50  Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini? (Kis. 7:44-50)

4  Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.

9  untuk menyediakan bagiku sejumlah besar kayu, sebab rumah yang hendak kudirikan itu harus besar dan mentakjubkan.  (2Taw. 2:4, 9)

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2Kor. 3:18)

11  Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12  Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13  Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14  Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. (Ibr. 5:11-14)

5  Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. 6  Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. (Rm. 7:5-6)

17  Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18  Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. (Rm. 14:17-18)

About the author

Leave a Reply