Dibelenggu untuk Menyelamatkan (Kis. 16:19-33)

Ibadah Umum II, 8 Februari 2026. Oleh: Pdm. Kornelius Makapile.

Dalam bagian ini, dikisahkan bahwa Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara. Bukan karena melakukan tindak kejahatan, tetapi karena mereka mengusir roh jahat dari seorang perempuan. Majikan perempuan tersebut, yang kehilangan mata pencahariannya, menghasut orang-orang untuk menangkap Paulus dan Silas.

Hal semacam itu dapat terjadi kepada para pengikut Yesus pada saat ini karena dunia membenci Yesus (Yoh. 15:19). Namun ingatlah pada janji Yesus bahwa orang-orang percaya yang menderita karena nama-Nya justru disebut sebagai orang-orang yang berbahagia (Mat. 5:11-12).

Jika kita mengalami tekanan dari sekitar akibat iman kita, jadikan itu sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan (ay. 24-26). Selain itu, jadikan itu sebagai sarana sarana untuk menyelamatkan (ay. 30-33; Yer. 29:11).

Firman Tuhan adalah kebenaran sejati, yang akan tetap menjadi kebenaran walaupun berusaha diputarbalikkan. Firman-Nya tidak pernah gagal maupun mengecewakan orang-orang yang bersandar kepadanya (Yes. 55:10-11). Maka, jadilah pelaku-pelaku firman dan janganlah goyah dalam setiap pergumulan hidup yang kita alami. Amin.

REFLEKSI

Para martir dibelenggu,  dipenjara, disiksa, dan mengalami berbagai penderitaan lainnya, tetapi itu malah membuat jumlah mereka berlipat ganda  (Agustinus)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja “belenggu penjara” yang bisa dialami oleh orang-orang yang taat pada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari masa kini?
  2. Pernahkah Anda berada dalam situasi untuk memilih antara taat kepada Tuhan atau menghadapi tekanan dari sekitar? Jika ya, apa pilihan Anda saat itu dan apa hasilnya?

REFERENSI

19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. 20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: ”Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, 21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya.” 22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: ”Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!” 29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: ”Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” 31 Jawab mereka: ”Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” 32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. (Kis. 16:19-33)

Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh. 15:19)

11      Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

12      Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Mat. 5:11-12)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer. 29:11)

10      Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit

dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi,

membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan,

memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

11      demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:

ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia,

tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,

dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yes. 55:10-11)

About the author

Leave a Reply