Melihat Melalui Mata Iman (2Raj. 6:8-23)

Ibadah Umum I, 8 Februari 2026. Oleh: Pdm. Elda Fariani.

Dalam kisah ini, strategi Siria dalam menghancurkan Israel gagal total karena Tuhan memberitahukan segalanya kepada Elisa. Ini membuktikan tidak ada yang luput dari pengamatan Tuhan, termasuk hati nurani manusia (Ams. 15:3; 20:27). Tuhan akan memberikan penyertaan kepada umat-Nya.

Demikian pula di dalam kehidupan ini. Permasalahan demi permasalahan bisa terus menerpa hidup kita. Namun, jangan sampai itu semua menggoyahkan kita. Seperti abdi Elisa yang dibukakan mata rohaninya sehingga dia bisa melihat penjagaan Tuhan yang begitu kuat, kita juga akan melihat penyertaan yang sangat kuat ketika kita melihat masalah di depan kita melalui mata rohani.

Kemudian diceritakan juga bahwa para tentara Aram yang akan menyerang Israel itu dibutakan matanya oleh Tuhan. Mereka justru masuk ke tengah-tengah kota. Menariknya, mereka tidak dibunuh, tetapi justru diberi makan dan diminta pulang. Sejak saat itu, mereka tidak lagi menyerang orang-orang Israel.

Apa pelajarannya bagi kita? Saat melihat masalah, iman melihat penyertaan Tuhan. Iman akan mengubah ketakutan menjadi ketenangan. Kemudian, mata iman percaya pada cara Tuhan, bukan cara manusia. Selain itu, kita diajar untuk melihat musuh dengan kasih, bukan kebencian. Mari hiduplah dengan mata iman setiap hari. Amin.

REFLEKSI

Iman memiliki akar yang lebih dalam dibanding perasaan kita. Kita bisa percaya, entah melihat atau tidak. Kita bisa percaya, entah kita merasakan atau tidak.  (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Bagaimana kita dapat membedakan antara “memandang melalui iman” dengan “berharap pada pengharapan yang semu”?
  2. Apa saja yang bisa mengaburkan pandangan iman kita? Bagaimana kita menghindarinya?

REFERENSI

8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: ”Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.” 9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: ”Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.” 10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja. 11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: ”Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?” 12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: ”Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.” 13 Berkatalah raja: ”Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: ”Dia ada di Dotan.” 14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu. 15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: ”Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” 16 Jawabnya: ”Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” 17 Lalu berdoalah Elisa: ”Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. 18 Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: ”Butakanlah kiranya mata orang-orang ini.” Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

19 Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: ”Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari.” Lalu diantarkannya mereka ke Samaria. 20 Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: ”Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat.” Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria. 21 Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: ”Kubunuhkah mereka, bapak?” 22 Tetapi jawabnya: ”Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.” 23 Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel. (2Raj. 6:8-23)

TUHAN melihat semua yang terjadi di segala tempat;

Ia memperhatikan semua yang baik dan yang jahat. (Ams. 15:3 BIMK)

Hati nurani manusia merupakan terang dari TUHAN

yang menyoroti seluruh batin. (Ams. 20:27 BIMK)

About the author

Leave a Reply