Ibadah Umum I, 15 Juni 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka.
Pada mulanya, Allah menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden (Ibr. Gan Eden, “Taman Kenikmatan”) dan memenuhi segala kebutuhannya. Namun, mereka termakan jebakan ular (Iblis; Why. 12:9). Godaan itu mereka buahi sehingga mereka jatuh ke dalam dosa dan dari situlah dosa mencemari dunia.
Di Perjanjian Lama, ada tiga kata Ibrani terpenting untuk dosa. ḥaṭṭāʾt (“meleset dari sasaran” – gagal menjadi seperti yang Allah maksudkan bagi kita; Kej. 4:7), ʿāwōn (“penyimpangan” – kerusakan batin sehingga perilaku menyimpang; Yes. 53:6), dan pešaʿ(“pemberontakan” – pelanggaran yang disengaja (sadar ketika melakukannya); Mzm. 51:3). Semua adalah aspek-aspek dari hakikat dosa, yaitu ‘pelanggaran hukum Allah (1Yoh. 3:4).’
Jadi, dosa bukan sekadar tindakan, tetapi juga sikap hati yang tidak sejalan dengan karakter Allah yang dinyatakan dalam Alkitab. Jangan memandang ringan dosa. Misalnya, dianggap sebatas kekhilafan, kelemahan, atau kebebasan berekspresi.
Dosa berdampak buruk, yaitu memperbudak manusia (Yoh. 8:34). Jadi, manusia tidak akan dapat melepaskan diri darinya. Kemudian, dosa juga mengakibatkan kematian kekal (Rm. 6:23a). Hanya melalui iman kepada Yesuslah, manusia dapat lepas dari perbudakan dosa dan ancaman hukumannya.
Marilah kita renungkan, jika kita bisa mendapatkan kenikmatan yang sejati dari Tuhan seperti keadaan manusia pertama di Taman Eden, mengapa kita masih harus berdosa? Amin.
REFLEKSI
Dosa kita akan mengakibatkan penyesalan yang luar biasa besar, ketika kita tidak menyesal sewaktu berdosa (John Owen)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja pengertian-pengertian tentang dosa, serta dampak dan penyelesaiannya, yang pernah Anda dengar? Bagaimana menurut Alkitab?
- Sebutkan godaan-godaan dosa yang sangat halus (hampir tidak terlihat seperti dosa) di dalam kehidupan masyarakat modern sekarang ini!
REFERENSI
1 Ular adalah yang paling cerdik di antara segala binatang liar yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu, ”Tentulah Allah berfirman: Jangan kamu makan buah dari semua pohon di taman ini, bukan?” 2 Sahut perempuan itu kepada ular, ”Buah dari pohon-pohon di taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun sentuh, nanti kamu mati.” 4 Tetapi, ular berkata kepada perempuan itu, ”Sekali-kali kamu tidak akan mati. 5 Sebaliknya, Allah mengetahui bahwa pada saat kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
6 Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan menarik untuk dipandang. Lagi pula, pohon itu diminati karena memberi pengertian. Lalu ia memetik buahnya dan memakannya. Ia memberikannya juga kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya pun memakannya. 7 Lalu terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu bahwa mereka telanjang. Mereka menjalin daun pohon ara dan membuat cawat bagi dirinya. (Kej. 3:1-7, TB-2)
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. (Why. 12:9)
“Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kej. 4:7)
Kita sekalian sesat seperti domba,
masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya
kejahatan kita sekalian. (Yes. 53:6)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm. 51:3)
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. (1Yoh. 3:4)
Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” (Yoh. 8:34)
Sebab upah dosa ialah maut; (Rm. 6:23a)
