Ibadah Umum II, 15 Juni 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka.
Ada sebagian orang yang menganggap enteng dosa. Padahal, daya hancurnya luar biasa. Jadi ketika manusia jatuh dalam dosa, maka kaibatnya fatal. Dalam bagian ini terlihat ada tiga kerusakan akibat dosa.
Pertama, hancurnya relasi dengan Allah. Pada mulanya, Adam dan Hawa memiliki relasi yang erat dan harmonis dengan Allah. Sayaangnya, mereka memilih jalannya sendiri dan jatuh dalam dosa. Setelah itu, karena keberdosaannya, manusia terpisah dengan Allah yang kudus (Yes. 59:1-2).
Kedua, hancurnya relasi dengan diri dan sesama. Hal ini terlihat ketika Adam dan Hawa pertama kali menyadari dan merasa malu bahwa mereka telanjang (pikiran yang cemar akan melihat segala sesuatu dengan cemar; Tit. 1:15). Kemudian, Hawa yang seharusnya menjadi penolong juga akan berebut otoritas dengan Adam (“hasrat” dalam ay. 16).
Ketiga, hancurnya relasi dengan alam ciptaan. Akibat kejatuhan manusia dalam dosa, tanah menjadi terkutuk (Rm. 8:20-22). Manusia akan menghadapi berbagai kesengsaraan dalam menjalani panggilannya (bekerja, melahirkan anak, dan sebagainya). Padahal, panggilan-panggilan Tuhan kepada manusia sesungguhnya adalah anugerah.
Daya rusak yang luar biasa dari ketiga kehancuran tersebut tidak bisa diatasi oleh manusia sendiri. Syukurlah, ada janji pemulihan yang Allah tawarkan di dalam Kristus (ay. 15). Dengan darah-Nya, manusia akan disucikan dari segala dosa-dosanya.
Ingatlah, kita adalah manusia yang telah jatuh dalam dosa. Namun sekaligus, kita adalah manusia yang menerima anugerah dari Allah. Percayalah dengan janji-Nya, yang akan menjadikan segala sesuatu baru (Why. 21:5). Amin.
REFLEKSI
Dosa harus ditangani secara drastis karena efeknya mematikan (John F. MacArthur)
PERTANYAAN DISKUSI
- Dari ketiga aspek dampak dosa dalam bagian ini, apa saja wujudnya yang pernah Anda alami sendiri? Bagaimana Anda mengatasi situasi tersebut?
- Pemulihan relasi seperti apakah yang Anda alami setelah bertobat dan menerima Kristus?
REFERENSI
8 Ketika mereka mendengar suara TUHAN Allah yang berjalan-jalan di taman pada waktu hari sejuk, manusia itu dan istrinya menyembunyikan diri dari hadapan TUHAN Allah di antara pepohonan di taman.
9 TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berkata, ”Di manakah engkau?” 10 Ia menjawab, ”Ketika aku mendengar suara-Mu di taman, aku menjadi takut, karena aku telanjang, maka aku bersembunyi.” 11 Firman-Nya, ”Siapakah yang memberitahumu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan buah dari pohon, yang Kularang untuk dimakan?” 12 Jawab manusia itu, ”Perempuan yang Kauberikan di sisiku, dialah yang memberi buah dari pohon itu kepadaku, dan aku makan.” 13 Berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu, ”Apa yang telah kauperbuat ini?” Kata perempuan itu, ”Ular itu yang memperdayaku, maka kumakan.”
14 Lalu TUHAN Allah berfirman kepada ular itu, ”Karena engkau telah melakukan hal itu, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang liar. Dengan perutmu engkau akan berjalan dan debu akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
16 Firman-Nya kepada perempuan itu, ”Aku akan melipatgandakan susah payahmu waktu hamil; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anak; hasratmu tertuju kepada suamimu, tetapi ia akan berkuasa atasmu.”
17 Lalu firman-Nya kepada Adam, ”Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan makan buah dari pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan darinya! maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan susah payah engkau mencari makan dari tanah itu seumur hidupmu: 18 Semak duri dan rumput duri akan ditumbuhkannya bagimu, dan tanaman ladang akan menjadi makananmu; 19 dengan cucuran keringat engkau akan mencari makan, sampai engkau kembali menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu, engkau akan kembali menjadi debu.”
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dia menjadi ibu semua yang hidup.
21 TUHAN Allah membuat jubah kulit untuk Adam dan untuk istrinya, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah TUHAN Allah, ”Sesungguhnya manusia telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Sekarang, jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula buah dari pohon kehidupan itu, memakannya dan hidup untuk selama-lamanya.” 23 Lalu TUHAN Allah mengusirnya dari Taman Eden supaya ia mengerjakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia dan di sebelah timur Taman Eden Ia menempatkan kerub-kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. (Kej. 3:8-24, TB-2)
1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan,
dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu
ialah segala kejahatanmu,
dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar,
ialah segala dosamu. (Yes. 59:1-2)
Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. 16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. (Tit. 1:15)
20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. (Rm. 8:20-22)
Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: ”Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” (Why. 21:5)
