Gaya Hidup Berbelaskasihan (Mat. 5:7)

Ibadah Umum I, 15 Maret 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.

Ayat ini mengajarkan bahwa jika kita sudah menerima belas kasihan atau rahmat dari Tuhan, maka kita pun harus berbelaskasihan kepada orang lain. Tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga harus mengulurkan tangan.

Inilah yang disebut sebagai kebahagiaan. Melalui jalan kebahagiaan seperti ini, nilai-nilai dalam pemerintahan dunia dijungkirbalikkan oleh nilai-nilai Kerajaan Allah.

Berbelas kasihan berarti kita bersimpati kepada orang-orang yang dipandang rendah oleh dunia dan diwujudkan dengan tindakan. Hal ini berbeda dengan sekadar memelas.

Di dalam bahasa aslinya, berbelaskasihan berarti menunjukkan belas kasihan kepada orang lain (lih. BIMK). Kemudian, sumbernya adalah Allah. Berkatnya, Allah pun akan memberikan belas kasihan-Nya juga.

Melalui gaya hidup yang berbelaskasihan, kita akan mendapatkan kebahagiaan. Marilah kita tunjukkan belas kasihan kepada orang-orang di sekitar kita. Amin.

REFLEKSI

Semakin saleh seseorang, maka dia akan semakin berbelas kasihan (Thomas Brooks)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa bedanya antara berbelaskasihan menurut Ucapan Bahagia ini dengan berbelaskasihan menurut dunia?
  2. Adakah orang-orang di sekitar Anda yang memerlukan belas kasihan? Bagaimana caranya Anda dapat memberikannya?

REFERENSI

Berbahagialah orang yang berbelaskasihan,

karena mereka akan beroleh belas kasihan. (Mat. 5:7 TB2)

Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain;

Allah akan mengasihani mereka juga! (Mat. 7:5 BIMK)

About the author

Leave a Reply