Ibadah Umum II, 8 Maret 2026. Oleh: Pdt. Christian Sulistio.
Dalam bagian ini diceritakan bahwa pemimpin-pemimpin agama Yahudi, yang merasa sebagai otoritas resmi, mempertanyakan otoritas Yesus setelah mereka melihat Yesus mengajar, menampuni dosa orang, bahkan menyucikan Bait Allah (ay. 2).
Bukannya menjawab pertanyaan itu, Yesus malah menanyakan tentang asal baptisan Yohanes (ay. 3-8). Pertanyaan itu merupakan suatu dilema karena Yohanes Pembaptis menubuatkan tentang baptisan Roh Kudus dan kedatangan Anak Domba Allah yang menghapus dosa manusia. Para pemimpin agama tersebut terbukti tidak bisa menjawabnya.
Dengan begitu, Yesus sedang menyatakan bahwa Allah bekerja lewat kehadiran Anak Allah sendiri, yang otoritasnya ada di atas semuanya, termasuk lembaga keagamaan Yahudi. Jadi, otoritas Yesus itu juga melingkupi seluruh aspek kehidupan kita: berkeluarga, bekerja, berekreasi, dan sebagainya. Bahkan, kita tidak bisa memisahkan kehidupan rohani dan duniawi, karena semuanya ada di bawah otoritas Kristus.
Mengakui otoritas Kristus berarti bersedia taat dan setia sepenuhnya kepada perkataan-Nya atas seluruh hidup kita, walaupun kita tidak merasa nyaman. Marilah kita menuhankan Kristus atas seluruh hidup kita. Memang ada harga yang harus kita bayar, tetapi Yesus akan senantiasa menyertai kita (Mat. 28:20b). Amin.
REFLEKSI
Tidak ada satu inci pun di dalam kehidupan manusia yang di atasnya, Kristus yang berdaulat atas segala sesuatu, tidak berkata, “Itu milik-Ku!” (Abraham Kuyper)
PERTANYAAN DISKUSI
- Di dalam kehidupan sehari-hari, tunduk di bawah otoritas bisa bernuansa terkekang. Apakah juga demikian ketika kita tunduk di bawah otoritas Tuhan?
- Apa dampaknya ketika ada aspek-aspek kehidupan kita yang tidak sepenuhnya kita tundukkan di bawah otoritas Kristus?
REFERENSI
1 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ, 2 dan mereka berkata kepada Yesus: ”Katakanlah kepada kami dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu, dan siapa yang memberikan kuasa itu kepada-Mu!” 3 Jawab Yesus kepada mereka: ”Aku juga akan mengajukan suatu pertanyaan kepada kamu. Katakanlah kepada-Ku: 4 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia?” 5 Mereka mempertimbangkannya di antara mereka, dan berkata: ”Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 6 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, seluruh rakyat akan melempari kita dengan batu, sebab mereka yakin, bahwa Yohanes adalah seorang nabi.” 7 Lalu mereka menjawab, bahwa mereka tidak tahu dari mana baptisan itu. 8 Maka kata Yesus kepada mereka: ”Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.” (Luk. 20:1-8)
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Mat. 28:20b)
