Ibadah Umum II, 22 Maret 2026. Oleh: Pdt. Tjeng Kiem Gwan. Percaya dan setia sebenarnya tidak terpisahkan. Artinya, ketika kita tidak setia, maka itu menunjukkan kita tidak sungguh-sungguh percaya. Kepercayaan kepada Tuhan juga harus diikuti dengan tindakan-tindakan aktif (ay. 3). Ketika hati kita selaras dengan Tuhan, maka kehendak dan tindakan kita pun akan selaras dengan-Nya...Continue Reading
Ibadah Umum I, 22 Maret 2026. Oleh: Pdt. Tjeng Kiem Gwan. Mazmur 32 merupakan ungkapan sukacita dari Daud ketika Tuhan mengampuni dosa-dosa dan pelanggarannya (ay. 1-2; bnd. Mzm. 103:12). Pengampunan yang Tuhan berikan benar-benar membuat-Nya melupakan dosa dan pelanggaran Daud. Kita perlu memahami juga bahwa darah kurban persembahan yang dilakukan pada zaman Perjanjian Lama hanya...Continue Reading
Ibadah Umum II, 15 Maret 2026. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo. Menurut KBBI, suci berarti ‘bersih, bebas dari dosa, bebas dari cela, atau murni (tentang hati, batin).’ Sementara itu, berbahagia dalam bahasa Yunani berarti ‘beruntung, dalam keadaan beruntung, sukacita, bahagia, istimewa, kaya.’ Dalam bahasa Ibrani berarti ‘damai, sejahtera, syalom.’ Istilah hati di sini bukan menyangkut organ...Continue Reading
Ibadah Umum I, 15 Maret 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo. Ayat ini mengajarkan bahwa jika kita sudah menerima belas kasihan atau rahmat dari Tuhan, maka kita pun harus berbelaskasihan kepada orang lain. Tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga harus mengulurkan tangan. Inilah yang disebut sebagai kebahagiaan. Melalui jalan kebahagiaan seperti ini, nilai-nilai dalam pemerintahan dunia...Continue Reading
Ibadah Umum II, 8 Maret 2026. Oleh: Pdt. Christian Sulistio. Dalam bagian ini diceritakan bahwa pemimpin-pemimpin agama Yahudi, yang merasa sebagai otoritas resmi, mempertanyakan otoritas Yesus setelah mereka melihat Yesus mengajar, menampuni dosa orang, bahkan menyucikan Bait Allah (ay. 2). Bukannya menjawab pertanyaan itu, Yesus malah menanyakan tentang asal baptisan Yohanes (ay. 3-8). Pertanyaan itu...Continue Reading
Ibadah Umum I, 8 Maret 2026. Oleh: Pdt. Christian Sulistio. Manusia yang jatuh dalam dosa memiliki natur untuk mementingkan diri sendiri. Demikian pula, setelah kita menjadi orang Kristen, sifat seperti ini masih ada. Inilah yang terjadi dalam jemaat Filipi. Misalnya, pertikaian antara Eudokia dan Sintikhe (Flp. 4:2) serta tampak pada penginjil yang hendak memperberat beban...Continue Reading