Hamba yang Tidak Mau Mengampuni (Mat. 18:21-35)

Ibadah Umum I, 2 Agustus 2026. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.

Orang cenderung mengadakan perhitungan tentang segala hal. Termasuk juga, dalam perumpamaan Yesus ini, orang juga terbiasa hitung-hitungan tentang kesalahan orang lain. Intinya, Yesus mengajarkan bahwa pengampunan bukanlah soal hitung-hitungan, tetapi hakikatnya adalah melampaui segala macam perhitungan. Jika kita mengampuni, hendaknya kita tidak lagi menyimpan kesalahan orang lain (ay. 22; bnd. 1Kor. 13:4a, 5b).

Panggilan pengampunan ini berdasar pada kemurahan hati yang telah kita terima dari Allah. Dari situlah, kita memiliki tanggung jawab untuk mengampuni orang lain.

Dalam perumpamaan ini, Yesus menggambarkan ada seorang hamba yang berutang sangat besar pada raja (setara 150.000 tahun gaji!). Singkat cerita, uang orang itu dihapuskan. Namun, dia justru berlaku keras kepada orang lain yang hanya berutang setara 4 bulan gaji kepadanya. Raja pun menghukum hamba itu.

Perumpamaan ini mengajarkan bahwa Tuhan yang Maha Pengasih memberikan belas kasihan kepada orang yang memohon kepada-Nya. Kemudian, kita memiliki panggilan untuk meneruskan pengampunan kepada orang lain dari dalam hati kita. Jika tidak, kita juga tidak akan mendapat pengampunan dari Tuhan (Mat. 6:14-15).

Marilah kita belajar untuk memberikan pengampunan pada orang lain seberapapun menyakitkan apa yang telah diperbuatnya pada kita. Tuhan akan menolong kita. Amin.

REFLEKSI

Pengampunan bukanlah hal yang sesekali dilakukan, tetapi sikap yang permanen (Martin Luther)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja yang bisa menjadi beban bagi kita sehingga sulit untuk mengampuni orang yang bersalah pada kita? Bagaimana kita dapat melepaskannya?
  2. Apakah mengampuni berarti kita membiarkan orang lain bebas melakukan apa saja terhadap kita? Jelaskan jawaban Anda menggunakan contoh sehari-hari!

REFERENSI

Perumpamaan tentang pengampunan

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”  22 Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” (Mat. 18:21-35)

Kasih itu sabar (1Kor. 13:4a)

Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1Kor. 13:5b)

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Mat. 6:14-15)

About the author

Leave a Reply