Ibadah Umum I, 24 November 2024. Oleh: Ev. Megawati Rusli.
Dalam bagian ini, Paulus mengajak jemaat di Efesus untuk mengingat keadaan mereka sebelum menerima Kristus. Mereka, termasuk Paulus, adalah orang-orang berdosa yang layak mendapat murka Allah (2:3; baca juga: 1Kor. 15:9; Ef. 3:8; 1Tim. 1:15). Paulus merasa anugerah Tuhan begitu besar dan ingin jemaat Efesus tidak menyia-nyiakannya.
Peringatan ini ditujukan bagi kita juga supaya tidak melakukan perbuatan-perbuatan baik namun dengan cara yang melenceng. Kita tidak boleh menjadi sombong. Pertama, sadari bahwa keselamatan yang kita terima hanyalah karena anugerah Allah (ay. 8-9). Kedua, perbuatan baik yang kita lakukan dimungkinkan hanya karena anugerah Allah (ay. 10).
Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa sebagai orang-orang yang diselamatkan, mereka adalah mahakarya Allah (ay. 10). Itulah sebabnya mereka harus melakukan perbuatan baik yang merupakan rencana kekal Allah (tidak cukup hanya dipindahkan dari maut kepada kehidupan kekal). Jadi, perbuatan baik bukan hanya sebagai respons kita terhadap kasih Allah, tetapi sudah dipersiapkan Allah di dalam kekekalan.
Anugerah yang kita terima dalam Kristus memampukan kita untuk melakukan perbuatan baik. Jadi, semua orang percaya sebenarnya mampu melakukannya (2Tim. 3:17). Marilah kita menghidupi hidup ini sebaik-baiknya supaya Bapa di surga dimuliakan melalui perbuatan baik kita (Mat. 5:16). Amin.
REFLEKSI
Perbuatan baik tidak menjadikan seseorang menjadi baik, tetapi orang baik menjadikan perbuatannya baik (Martin Luther)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa bedanya perbuatan baik yang dilakukan orang di dalam Tuhan dengan orang di luar Tuhan?
- Apa yang akan terjadi ketika seorang Kristen cukup puas dengan diselamatkan saja, tanpa mau terdorong untuk melakukan perbuatan baik?
REFERENSI
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Ef. 2:8-10)
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. (Ef. 2:3)
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2Tim. 3:17)
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Mat. 5:16)
