Ibadah Umum II, 17 November 2024. Oleh: Ev. Wilson Jeremiah Lukito.
Seberapa pentingkah gereja itu? Ada pemikiran ekstrim yang mengatakan bahwa kita tidak perlu datang ke gereja untuk bertemu dan mengenal Tuhan. Ekstrim lain mengatakan bahwa di luar gereja (Katolik) tidak ada keselamatan. Sementara itu Martin Luther serta para reformator mengatakan bahwa di luar gereja Kristen, di mana Injil tidak diberitakan, tidak ada pengampunan dan juga tidak ada kekudusan. Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari bagian ini.
Pertama, gereja menjadi sarana anugerah Allah yang terutama untuk memberitakan Injil, yang kemudian menyelamatkan orang-orang berdosa. Keanggotaan gereja, baptisan, serta perjamuan kudus tidak serta merta menyelamatkan manusia. Tidak ada seorang pejabat gereja pun juga yang berkuasa menentukan keselamatan manusia.
Kedua, gereja menjadi sarana anugerah Allah yang terutama untuk menyucikan umat-Nya dari dosa melalui komunitas yang berproses bersama. Sebagai anggota gereja, kita turut dibangun bersama-sama dengan orang percaya lainnya. Roh Kudus, yang ada di dalam diri setiap orang percaya, terus bekerja.
Dari sini kita bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui gereja-Nya (sola ecclesia, hanya gereja), termasuk juga gereja kita. Amin.
REFLEKSI
Ada bahaya kehilangan relasi spiritual ketika kita berpikir bahwa relasi sosial merupakan puncak dari segala relasi (Donald G. Barnhouse)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja perbedaan antara persekutuan di antara orang percaya dengan persekutuan lainnya?
- Persekutuan seperti apakah yang Anda dambakan terjadi di gereja Anda? Apa kontribusi yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkannya?
REFERENSI
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu—sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya ”sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,— 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ”jauh”, sudah menjadi ”dekat” oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ”jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang ”dekat”, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:11-22)
