Harapan di Tengah Pandemi (Yer. 29:11)

Ibadah Minggu, 13 Juni 2021 (Pagi)

Oleh Pdt. Hari Soegianto (STT SAAT)

Di dalam kehidupan ini, ada dua hal yang bisa berjalan beriringan atau malah berseberangan. Kedua hal itu adalah harapan dan kenyataan. Jika kenyataan sesuai dengan harapan, kita akan merasa senang. Sebaliknya, jika kenyataan berbeda dengan harapan, kita akan merasa susah. Kita juga bisa berpikir apakah Tuhan sudah tidak lagi mengasihi kita?

Ayat ini sangat disenangi banyak orang Kristen karena isinya mengandung hal yang baik. Namun, kalau kita memahami konteksnya, ayat ini dikeluarkan dari situasi yang sulit. Bangsa Yehuda ditaklukkan oleh Babel. Mereka kehilangan rumah, Bait Allah dihancurkan, dan bahkan dibuang ke Babel. Kehidupan mereka sama sekali berlawanan dengan apa yang mereka pikirkan tentang status mereka sebagai anak Tuhan.

Tiba-tiba, Hananya “bernubuat” bahwa orang-orang Yehuda akan dikembalikan ke tanah asal mereka dalam waktu dua tahun (28:11). Ternyata, nubuat Hananya palsu, bukan berasal dari Tuhan. Melalui Yeremia, Tuhan menegaskan bahwa orang-orang Yehuda akan tinggal di Babel selama 70 tahun (29:10). Tetapi, Tuhan menegaskan bahwa Dia memiliki rancangan hari depan yang baik (29:11).

Melalui Yeremia 29:11, kita mengetahui bahwa Allah memegang kendali atas kehidupan kita, seburuk apapun situasinya. Hal ini bisa kita lihat dari Yeremia 28:4, yang dalam nuansa terjemahan yang lebih tepat menyatakan bahwa Allahlah yang membuang mereka ke Babel, bukan karena kuasa Nebukadnezar. Allah akan mengerjakan rencana-Nya dalam kehidupan umat-Nya (Rm. 8:28-30). Dia juga memberkati kehidupan umat-Nya (29:5-7). Walaupun bangsa Yehuda masih harus tinggal di Babel, tetapi Tuhan memperhatikan dan memurnikan mereka. Berpegang dalam kebenaran ini, maka kita perlu menerima situasi apapun yang ada dan tetaplah jalani kehidupan yang bermakna. Amin.

REFLEKSI

Hal yang paling menjadi pengharapan saya adalah kasih karunia Tuhan. Mengetahui kasih karunia-Nya memberi saya kekuatan karena apapun situasi yang saya hadapi, tidak ada yang mengejutkan Tuhan (Rick Warren)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Mengapa ada orang yang kehilangan pengharapan? Bagaimana mengatasinya?
  2. Apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjadi berkat di tengah pandemi ini?

AYAT ALKITAB TERKAIT

10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer. 29:10-11)

Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: “Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!” Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana. (Yer. 28:11)

Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu! (Yer. 28:4)

5 Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; 6 ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! 7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yer. 29:5-7)

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm. 8:28-30)

About the author

Leave a Reply