Ibadah Paskah II, 17 April 2022
Oleh: Bpk. Tommy Indarto
Hamba adalah kata kunci dalam bagian ini (muncul sebanyak delapan kali). Di dalam bahasa aslinya (Yun. doulos), kata ini lebih tepat diterjemahkan sebagai budak. Seorang budak sepenuhnya tunduk pada seorang tuan, baik dalam dosa maupun kebenaran (ay. 16). Dia tidak memiliki hak pribadi sedikit pun.
Paulus menjelaskan bahwa ketika jatuh di dalam dosa, manusia adalah hamba dosa (ay. 17). Sebagai hamba dosa, manusia akan cenderung melakukan kecemaran (ay. 19). Upahnya adalah maut (ay. 23). Namun orang percaya telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran (ay. 18). Sebagai hamba kebenaran, orang percaya selayaknya melakukan hal-hal kudus (ay. 19). Upahnya adalah hidup kekal (ay. 23).
Marilah kita renungkan dua hal. Pertama, ingatlah status kita yang dulu sebagai hamba dosa, namun kini adalah hamba kebenaran. Jangan lagi hidup diperbudak dosa. Juga, kembalikan segala kemuliaan hanya bagi Allah, tuan kita. Kedua, hidup merdeka dalam Kristus berarti hidup menjadi hamba Allah, bukan hidup semau kita sendiri. Lakukan pekerjaan baik yang telah Allah persiapkan sebelumnya bagi kita (Ef. 2:10). Amin.
REFLEKSI
Hiduplah dalam kesadaran bahwa Kristus hidup dan Dia hidup dalam diri orang-orang percaya (Leon Morris)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang akan terjadi ketika seorang percaya (terlebih lagi, pelayan Tuhan) masih belum benar-benar menjadi hamba kebenaran?
- Adakah area dalam hidup Anda yang masih belum Anda tundukkan sepenuhnya kepada Kristus? Berdoalah memohon kepekaan dan kekuatan dari Roh Kudus supaya Anda dimerdekakan sepenuhnya.
REFERENSI AYAT ALKITAB
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm. 6:15-23)
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Ef. 2:10)
