Iman yang Lemah di Tangan Kristus yang Perkasa (Mrk. 2:14-29)

Ibadah Umum II, 15 Februari 2026. Oleh: Pdm. Tomy Handaka

Setiap masalah bisa dipandang sebagai peperangan iman karena menentukan apakah kita tetap bertahan di jalan Tuhan atau tidak. Bahkan, Iblis pun bisa menunggangi masalah yang ada. Sayangnya, iman kita terkadang lemah.

Bagian ini terjadi ketika Yesus beserta Petrus, Yakobus, dan Yohanes turun dari gunung setelah Dia bertransfigurasi (lih. ringkasan khotbah ibadah Umum I). Mereka berhadapan dengan permasalahan di dunia nyata, yaitu seorang ayah yang goyah imannya karena para murid yang lain tidak bisa menyembuhkan anaknya yang kerasukan Setan.

Akhirnya, Yesus pun mengusir Setan dari anak itu. Ini menunjukkan bahwa Yesus yang mulia dan mahakuasa peduli terhadap permasalahan anak-anak-Nya. Yesus pun mengajarkan bahwa mereka perlu berdoa untuk mengatasi masalah ini.

Dari peristiwa ini kita belajar bahwa kuasa tidak bergantung pada kekuatan iman kita, tetapi bergantung pada Allah yang kita imani. Iman yang kecil pun akan sangat berkuasa jika ditaruh di tangan Allah yang besar.

Selain itu, kita juga diajar bahwa doa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berdoa, kita akan mendapat kekuatan dari Tuhan. Bukan berarti kita bisa memerintah Tuhan. Namun, Tuhan berkehendak untuk melibatkan kita dengan cara mendengar doa-doa kita.

Marilah kita mohon kekuatan Roh Kudus supaya iman kita tidak digoyahkan oleh masalah dalam hidup ini. Sebaliknya, kita tetap bisa memandang kemuliaan Allah. Amin.

REFLEKSI

Jika kita sepanjang hari fokus hanya pada diri kita, maka kita akan lemah. Namun jika kita fokus pada Tuhan melalui iman, maka kita akan kuat (Warren W. Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Ada sebagian orang Kristen yang beranggapan bahwa dengan mempertebal keyakinan, berpuasa, atau mengucapkan doa-doa tertentu, maka keinginan mereka akan lebih mudah terkabul. Bagaimana Anda menanggapinya berdasarkan bagian ini?
  2. Jika kuasa bergantung pada Allah, apakah iman (percaya dengan janji Allah) masih penting? Jelaskan.

REFERENSI

14 Ketika Yesus dan ketiga pengikut-Nya sudah berada kembali bersama pengikut-pengikut yang lainnya, mereka melihat banyak orang di situ. Beberapa guru agama sedang berdebat dengan pengikut-pengikut Yesus itu. 15 Begitu orang-orang itu melihat Yesus, mereka tercengang, lalu berlari-lari menyambut Dia. 16 ”Apa yang kalian persoalkan dengan guru-guru agama itu?” tanya Yesus kepada pengikut-pengikut-Nya.

17 Seorang dari antara orang banyak itu menjawab, ”Bapak Guru, saya membawa anak saya kepada Bapak. Dia bisu karena kemasukan roh jahat. 18 Kalau roh itu menyerang dia, badannya dibanting-banting ke tanah, mulutnya berbusa, giginya mengertak dan seluruh tubuhnya menjadi kaku. Saya minta pengikut-pengikut Bapak mengusir roh jahat itu, tetapi mereka tidak dapat melakukannya.”

19 Maka Yesus berkata kepada mereka, ”Bukan main kalian ini! Kalian sungguh-sungguh orang yang tidak percaya. Sampai kapan Aku harus tinggal bersama-sama kalian dan bersabar terhadap kalian? Bawa anak itu ke mari!” 20 Mereka pun membawa anak itu kepada Yesus.

Begitu roh jahat itu melihat Yesus, ia membuat badan anak itu kejang-kejang sehingga anak itu jatuh terguling-guling ke tanah. Mulutnya berbusa. 21 Lalu Yesus bertanya kepada bapaknya, ”Sudah berapa lama ia begini?”

”Sejak ia masih kecil!” jawab bapaknya. 22 ”Sudah sering roh jahat itu berusaha membunuh dia dengan menjatuhkannya ke dalam api atau ke dalam air. Tetapi kalau Bapak dapat menolong, sudilah Bapak mengasihani kami dan menolong kami!”

23 ”Apa katamu? Kalau Bapak dapat?” jawab Yesus. ”Segalanya dapat, asal orang percaya!”

24 Langsung ayah itu berteriak, ”Tuhan, saya percaya, tetapi iman saya kurang. Tolonglah saya supaya lebih percaya lagi!”

25 Waktu Yesus melihat bahwa orang banyak mulai datang berkerumun, Ia memerintahkan roh jahat itu dengan berkata, ”Roh tuli dan bisu, Aku perintahkan kau keluar dari anak ini dan jangan sekali-kali masuk lagi ke dalamnya!”

26 Roh jahat itu berteriak, lalu membuat badan anak itu kejang-kejang, kemudian keluar dari anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat sehingga semua orang berkata, ”Ia sudah mati!” 27 Tetapi Yesus memegang tangannya dan menolong dia bangun. Anak itu pun bangun.

28 Setelah Yesus di rumah, pengikut-pengikut-Nya datang secara tersendiri kepada-Nya dan bertanya, ”Apa sebab kami tidak dapat mengusir roh jahat itu?”

29 Yesus menjawab, ”Roh jahat semacam itu tidak dapat diusir dengan cara apa pun, selain dengan doa.” (Mrk. 2:14-29 BIMK)

About the author

Leave a Reply