Ibadah Umum II, 17 Maret 2024. Oleh: Ev. Melinda Loe.
Paulus menuliskan surat ini untuk menguatkan jemaat Kolose menghadapi berbagai tantangan iman. Terutama, Kristus tidak mungkin Allah karena berupa materi, yang bagi mereka bersifat jahat. Kemudian, harus melakukan berbagai hal selain percaya kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan (lih. catatan khotbah Ibadah Umum I).
Di dalam pasal pertama, Paulus menekankan tentang pemahaman yang benar terhadap Kristus. Kemudian, menjelaskan juga tentang keutamaan Kristus (1:15-23). Perbuatan-perbuatan-Nya memberikan nilai kekekalan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Kemudian, di pasal kedua hingga keempat, Paulus juga terus menekankan untuk tetap teguh pada iman kepada Kristus. Di dalam bagian ini (2: 6-23), Paulus menjelaskan makna kepenuhan di dalam Kristus. Paulus menasihati supaya jemaat tidak meninggikan diri dengan perilaku mereka dan supaya mereka tetap berfokus pada Kristus.
Tidak mudah bagi kita untuk bisa fokus pada Allah, berperan sebagai duta Allah, serta taat pada Allah. Kita perlu kekuatan yang jauh lebih besar dibanding yang kita miliki. Inilah kuasa Kristus, yang pasti akan sanggup menguatkan kita dalam menghadapi segala macam pergumulan.
Marilah dalam masa Pra-Paskah ini kita koreksi segala macam keinginan yang tidak memuliakan Allah. Amin.
REFLEKSI
Kepercayaan yang benar kepada Tuhan tercermin dari perilaku yang benar kepada sesama (N.G. Wilson)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah perilaku yang benar harus lahir dari iman yang benar? Jelaskan jawaban Anda.
- Teladan perbuatan Kristus apakah yang belum Anda lakukan pada saat ini? Bagaimana komitmen Anda untuk dapat mewujudkannya di dalam kehidupan sehari-hari?
REFERENSI
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.
16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. 18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, 19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: 21 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; 22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. 23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi. (Kol. 2:6-23)
