Jadilah Bijak dan Jangan Sesat (Mat. 7:24-27)

Ibadah Umum II, 28 September 2025. Oleh: Pdp. Kornelius Makapile.

Bagian ini merupakan akhir dari khotbah Yesus di bukit. Yesus mengingatkan bahwa badai akan datang dalam hidup setiap orang. Ketika badai hidup itu datang, dasar keimanan orang itu akan diuji. Jika iman itu diibaratkan dengan membangun rumah, maka ada dua jenis iman, yaitu seperti orang yang membangun rumahnya di atas batu atau di atas pasir. Hanya orang yang membangun imannya seara kokoh di atas Kristuslah yang akan mampu bertahan melalui badai kehidupan.

Bagaimana supaya fondasi hidup kita tidak hancur ketika diterpa badai kehidupan? Pertama, jadilah orang bijak (ay. 24). Yang dimaksud dengan orang bijak dalam bagian ini adalah orang yang mendengar firman Tuhan dan melakukannya. Dia juga akan menutup telinga terhadap pengajaran-pengajaran yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Dia mewaspadai nabi-nabi palsu yang menyamar seperti domba (Mat. 7:15-20). Dari buahnya, kita dapat mengenali mereka. Kedua, jadilah pelaku firman (ay. 26). Jangan menjadi orang bodoh, yang menolak didikan Tuhan dan memilih jalan yang bertentangan dengan kebenaran.

Jadi, jangan biarkan diri kita disesatkan, taatlah pada firman Tuhan, dan gunakan setiap kesempatan yang ada. Amin.

REFLEKSI

Orang yang bijak adalah mereka yang jiwanya di dalam Kristus (Ambrose dari Milan)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja pikiran-pikiran yang bisa menggoyahkan iman kita ketika badai kehidupan datang?
  2. Badai kehidupan terbesar apa yang pernah Anda alami? Bagaimana pertolongan Tuhan yang terjadi?

REFERENSI

24 ”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Mat. 7:24-27)

15 ”Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.  20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Mat. 7:15-20)

About the author

Leave a Reply