Ibadah Umum I, 21 September 2025. Oleh: Pdt. Sylvia Soeherman.

Di dalam Injil Yohanes, Yesus banyak membicarakan tentang terang dan gelap. Manusia sangat menyukai kegelapan karena perbuatan-perbuatannya jahat (Yoh. 3:19-20). Buktinya, ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan atau manusia, dia akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Kegelapan menjadikan mata rohani kita tertutup oleh dosa. Oleh sebab itu, Yesus berkata, “Orang yang berjalan dalam kegelapan juga sebenarnya tidak tahu ke mana ia pergi” (Yoh. 12:35). Sebelum kenal Kristus, kita pun diibaratkan seperti orang yang berputar-putar jalannya (Yoh. 8:12). Kita tidak tahu harus bagaimana.

Syukurlah, Terang (Yesus) itu datang ke dalam dunia. Alkitab menyatakan bahwa Terang itu adalah Allah sendiri (ay. 1, 3; 1Yoh. 1:5). Seperti halnya ketika kita menyalakan lampu maka kegelapan lenyap, maka ketika Terang itu datang, maka kegelapan pun lenyap. Dengan demikian, jika kita berjalan dalam Terang, maka akan ada kepastian dalam langkah hidup kita.

Sedari awal, Yohanes mengatakan bahwa Yesuslah terang yang benar (ay. 9; 1Yoh. 2:8). Di dalam Yesus ada kepastian. Walaupun orang-orang di dunia ini sedang berjalan semaunya sendiri, Alkitab meyakinkan kita bahwa kegelapan sedang lenyap. Jangan takut, terang Tuhan akan memegang hidup kita. Amin.

REFLEKSI

Saya tidak dihakimi karena terang yang saya miliki, tetapi karena terang yang saya tolak (Oswald Chambers)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja dampaknya ketika seorang Kristen masih melakukan hal-hal yang gelap?
  2. Adakah hal-hal gelap yang masih sering Anda lakukan? Mohon ampunlah pada Tuhan dan berkomitmenlah untuk meninggalkannya.

REFERENSI

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yoh. 1:1-9)

19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” (Yoh. 3:19-20)

Kata Yesus kepada mereka: ”Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. (Yoh. 12:35)

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh. 8:12)

Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (1Yoh. 1:5)

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. (1Yoh. 2:8)

About the author

Leave a Reply