Jangan Menjadi Orang Kristen yang Aneh (2 Kor. 3:18)

Ibadah Minggu, 27 Juni 2021 (Pagi)

Oleh Pdt. Johannes Irwanto (GBT Immanuel Madiun)

Tuhan menghendaki supaya kita bisa mencerminkan kemuliaan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Namun tanpa disadari, kita bisa menjadi “orang Kristen yang aneh” karena apa yang kita ucapkan atau lakukan tidak mencerminkan Kristus. Apa yang bisa menjadikan kita seperti itu?

Pertama, mengaku sebagai umat Tuhan tetapi ternyata tidak mengenal Kristus. Hal ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi yang sangat mengenal isi Kitab Suci tetapi tidak mengetahui bahwa Yesuslah Mesias yang datang dari Allah (Yoh. 9:29-33). Hal ini dapat dilakukan oleh kita sebagai orang-orang Kristen masa kini. Misalnya, kita merasa kenal Tuhan Yesus tetapi mendengarkan khotbah asal-asalan. Akibatnya, kita bisa cepat percaya terhadap ajaran-ajaran yang keliru tentang Tuhan Yesus.

Apa tanda-tanda orang yang telah mengenal Kristus? 1) Menuruti perintah-perintah-Nya (1Yoh. 2:4); 2) Mengasihi orang lain, terutama saudara seiman (1Yoh. 4:7-8). Marilah kita berusaha untuk mengenal Tuhan dengan benar dengan belajar Alkitab dan mendengarkan khotbah dengan sungguh-sungguh. Ketika kita mengenal Tuhan dengan benar, kita akan bersukacita karena menerima terang dan berkat dari Tuhan (Hos. 6:3).

Kedua, mengaku percaya kepada Tuhan Yesus tetapi sebenarnya tidak. Hal ini seperti yang dilakukan oleh ayah dari seorang anak yang kerasukan setan pada masa Tuhan Yesus (Mrk. 9:19-24). Bagaimana dengan kita pada masa kini? Iman yang benar akan teruji sehingga kita tetap percaya pada Tuhan baik pada masa susah atau senang. Apa ciri-ciri iman yang benar? 1) Tidak didasarkan atas penglihatan mata (2Kor. 5:7); 2) Tidak menuntut bukti lebih dulu (Ibr. 11:1); 3) Tidak didasarkan pada otak saja, tetapi pada kuasa Tuhan (1Kor. 2:5); 4) Didasarkan atas firman Tuhan, bukan perkataan manusia (Rm. 10:17). Amin.

REFLEKSI

Maafkan saya yang menjadi orang yang biasa-biasa saja padahal saya mengaku percaya pada Allah yang luar biasa (Jim Elliot)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa dampaknya bagi diri kita maupun bagi orang lain ketika kita berkomitmen untuk memuliakan Kristus di dalam hidup sehari-hari?
  2. Mintalah pendapat orang-orang terdekat Anda, apa yang bisa Anda perbaiki dari ucapan dan tindakan yang biasa Anda tampilkan sehari-hari. Perbaikilah.

AYAT ALKITAB TERKAIT

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2Kor. 3:18)

29 “Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.” 30 Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yoh. 9:29-33)

Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (1Yoh. 2:4)

7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. (1Yoh. 4:7-8)

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi. (Hos. 6:3)

19 Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”  20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. 21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. 22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” 23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” 24 Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk. 9:19-24)

sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2Kor. 5:7)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr. 11:1)

supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (1Kor. 2:5)

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17)

About the author

Leave a Reply