Ibadah Umum I, 28 Januari 2024. Oleh: Pdt. Nyoman Widiantara.
Kita pasti mengakui bahwa Tuhan itu baik, namun ada kondisi-kondisi ketika kita tidak bisa merasakan kebaikan-Nya. Demikian pula yang terjadi pada bangsa Yehuda pada masa Yeremia. Babel menyerang, tembok Yerusalem runtuh, Bait Allah dinajiskan, dan sebagian besar penduduk ditawan.
Namun di dalam situasi yang seperti itu, Yeremia masih bisa memuji kasih setia Tuhan (ay. 22a). Yeremia tahu bahwa meskipun keadaan bangsanya buruk, Tuhan masih berbelas kasih sehingga keadaan yang lebih buruk dari itu tidak terjadi.
Kemudian, Yeremia juga tahu bahwa rahmat Tuhan tidak hanya selalu ada, namun juga selalu baru (ay. 22b-23). Rahmat Tuhan adalah kemurahan serta belas kasihan Tuhan kepada orang yang berdosa ataupun juga mengalami kesusahan (tidak selalu akibat dosanya).
Tetapi ingat bahwa kebaikan Tuhan yang terutama bukanlah makanan, minuman, atau kesehatan, melainkan diri Tuhan sendiri. Oleh sebab itu, alamilah kebaikan Tuhan selalu. Amin.
REFLEKSI
Kebaikan Tuhan setara dengan kebesaran-Nya (Richard Baxter)
PERTANYAAN DISKUSI
- Orang-orang di luar Kristen pun bisa memuji kebaikan tuhan mereka. Apa bedanya dengan pujian yang dinyatakan oleh orang Kristen?
- Renungkan kasih setia Tuhan dalam keadaan buruk yang pernah Anda alami. Pujilah Tuhan dan juga nyatakan syukur Anda kepada Tuhan melalui perbuatan.
REFERENSI
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
24 ”TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku,
oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
(Rat. 3:22-24)
